Tekno / Internet
Rabu, 29 April 2026 | 15:22 WIB
Director General of Digital Infrastructure Minister Telecommunication and Digital Republic of Indonesia, Wayan Toni Suprianto di IndoTelko Forum, Jakarta, Rabu (29/4/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Kementerian Komdigi memulai lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
  • Proses seleksi menggunakan mekanisme beauty contest untuk menilai kemampuan teknis operator dalam pengembangan jaringan 5G nasional.
  • Pemenang lelang akan diumumkan pada akhir Juli 2026 berdasarkan hasil evaluasi peringkat yang dilakukan oleh pemerintah.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memulai proses seleksi atau lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digunakan untuk mempercepat pengembangan jaringan seluler dan layanan 5G di Indonesia.

Director General of Digital Infrastructure Ministry of Communication and Digital Republic of Indonesia, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan proses awal seleksi kini sudah berjalan dengan distribusi dokumen kepada peserta lelang.

“Hari ini pengambilan akun serta distribusi dokumen seleksi kepada peserta. Prosesnya dibarengkan sesuai pengumuman yang kami sampaikan,” ujar Wayan Toni dalam IndoTelko Forum di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dilakukan secara bersamaan menggunakan mekanisme beauty contest. 

Skema tersebut menilai peserta berdasarkan kemampuan teknis, komitmen pembangunan jaringan, serta strategi pengembangan layanan, bukan hanya nilai penawaran harga.

Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki fungsi berbeda dalam pengembangan jaringan telekomunikasi nasional. 

Pita 700 MHz dinilai ideal untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah terpencil karena mampu menjangkau area lebih luas.

Ilustrasi 5G. (Pixabay/Hassan)

Sementara pita 2,6 GHz difokuskan untuk meningkatkan kapasitas jaringan agar mampu menangani lonjakan trafik data pada layanan 4G dan 5G.

“700 MHz untuk coverage, 2,6 GHz untuk kapasitas. Tapi keduanya bisa digunakan untuk 5G,” jelas Wayan Toni.

Baca Juga: Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital

Pemerintah menegaskan proses seleksi tidak menggunakan sistem pembagian merata antar operator. Penentuan pemenang akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dengan sistem peringkat.

“Ini bukan pembagian rata. Kita cari ranking satu sebagai pemenang. Ada ranking satu, dua, dan tiga dalam proses seleksi,” katanya.

Komdigi juga membuka peluang bagi satu operator untuk memenangkan lebih dari satu blok spektrum, tergantung strategi dan proposal yang diajukan selama proses seleksi berlangsung.

Meski proses lelang telah dimulai, pemerintah belum mengungkap operator seluler mana saja yang sudah mengambil dokumen seleksi.

Wayan Toni menyebut, hasil pemenang lelang diperkirakan diumumkan pada akhir Juli 2026 setelah seluruh tahapan evaluasi selesai dilakukan.

Selain itu, pemerintah juga belum menetapkan target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari lelang frekuensi tersebut karena nilai akhir masih bergantung pada hasil seleksi dan komitmen peserta.

Load More