Tekno / Gadget
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi GTA 6. (Rockstar Games)
Baca 10 detik
  • Bank of America menyarankan harga GTA 6 naik menjadi 80 dolar AS.

  • Biaya pengembangan gim AAA yang melambung tinggi menjadi alasan utama kenaikan.

  • Keputusan harga GTA 6 berpotensi menjadi standar baru bagi industri gim.

Suara.com - Berapa harga Grand Theft Auto 6 (GTA 6) semakin menarik untuk dibahas menjelang perilisannya. Bank of America baru-baru ini mengunggah laporan yang menyinggung harga GTA 6.

Menurut saran Bank of America, harga GTA 6 sebaiknya lebih mahal untuk kebaikan publisher sekaligus industri game.

Rockstar Games serta Take-Two disarankan untuk menaikkan harga GTA 6 menjadi 80 dolar AS atau Rp1,4 juta.

Menurut analis mereka, Omar Dessouky, biaya pengembangan game AAA kini melambung tinggi.

Jika game sebesar GTA 6 saja dijual dengan harga standar 70 dolar AS (Rp1,2 juta), game lain akan kesulitan untuk membenarkan harga yang lebih tinggi demi keberlangsungan bisnis mereka.

Menanggapi hal ini, para eksekutif dari Take-Two, perusahaan induk Rockstar, memang tidak secara langsung mendukung harga 80 dolar AS.

Trailer GTA 6. (YouTube Rockstar Games)

Namun, CEO Strauss Zelnick memberikan sinyal kuat bahwa kenaikan harga sangat mungkin terjadi.

Ia menekankan bahwa jika memperhitungkan inflasi, harga video game sebenarnya telah menurun dari waktu ke waktu.

Zelnick berfilosofi bahwa harga harus terasa wajar untuk nilai yang diberikan.

Baca Juga: Mobil Listrik Geely Termurah Mulai Harga Berapa? Ini Daftar Lengkapnya di Indonesia

"Tugas kami adalah mengenakan biaya jauh, jauh, jauh lebih rendah untuk nilai yang diberikan," ujar Zelnick. 

Itu mengisyaratkan bahwa nilai yang ditawarkan GTA 6 akan jauh melampaui banderolnya.

Ini sejalan dengan rekam jejak mereka yang menjadi pelopor kenaikan harga dari 60 ke 70 dolar AS di awal generasi konsol PS5 dan Xbox Series X/S.

Bagi gamer, kenaikan harga ini mungkin terasa berat. Namun, itu adalah cerminan dari realitas industri.

Mengutip GameSpot, biaya produksi yang bisa menembus belasan triliun rupiah membuat para penerbit mencari cara untuk menutupi ongkos tersebut.

Kenaikan harga jual menjadi salah satu solusi paling logis ketimbang terus bergantung pada microtransaction yang sering dikeluhkan pemain.

Load More