- Netflix melaporkan dampak ekonomi signifikan melalui investasi produksi film lokal yang menciptakan lapangan kerja bagi ribuan pekerja kreatif.
- Sebanyak 35 judul film Indonesia berhasil masuk daftar global dan mempopulerkan budaya Nusantara ke pasar penonton internasional.
- Netflix meningkatkan kompetensi industri kreatif lokal dengan memberikan pelatihan profesional kepada ratusan kreator dan kru produksi film.
Suara.com - Netflix mengungkap dampak besar industri streaming terhadap ekonomi kreatif Indonesia lewat laporan terbaru bertajuk The Netflix Effect.
Laporan tersebut menyebut, platform streaming global itu menyoroti bagaimana film dan serial lokal Indonesia kini semakin mendunia sekaligus membuka peluang besar bagi talenta kreatif Tanah Air.
Selama satu dekade terakhir, Netflix mengklaim telah menyumbang lebih dari 325 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.696,7 triliun terhadap ekonomi global melalui produksi film dan serial di berbagai negara.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai mengalami pertumbuhan signifikan, baik dari sisi produksi lokal maupun konsumsi konten domestik.
Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, mengatakan ekspansi Netflix ke lebih dari 190 negara telah mendorong lahirnya banyak cerita lokal yang kini mampu menjangkau penonton global.
“Setiap produksi Netflix adalah produksi lokal, yang turut menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan bisnis setempat, serta menghadirkan dampak yang jauh melampaui layar,” ujar Ted Sarandos dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).
Netflix menyebut telah menginvestasikan lebih dari 135 miliar dolar AS atau kisaran Rp2.366,32 triliun untuk produksi film dan serial global.
Investasi tersebut menciptakan lebih dari 425 ribu lapangan kerja dan melibatkan sekitar 700 ribu pekerja tambahan, termasuk kru produksi dan pekerja harian di berbagai negara.
Film Indonesia di Netflix Makin Mendunia
Baca Juga: Penyelenggaraan Event Besar di Indonesia Bakal lebih Mudah dengan Registrasi.Digital
Popularitas konten Indonesia di Netflix juga terus meningkat. Hingga Januari 2026, tercatat ada 35 judul Indonesia yang berhasil masuk daftar Global Top 10 Non-English Netflix.
Bahkan, lebih dari 90 persen pelanggan Netflix di Indonesia diketahui menonton konten lokal sepanjang 2025.
Beberapa film dan serial Indonesia yang sukses mencuri perhatian global antara lain:
- Abadi Nan Jaya menjadi film zombie pertama Netflix Indonesia yang meraih lebih dari 11 juta penayangan dan menempati posisi pertama Global Top 10.
- Gadis Kretek mencatat 1,6 juta penayangan hanya dalam seminggu dan sukses mempopulerkan budaya Indonesia ke pasar internasional.
- The Shadow Strays masuk Top 10 Netflix di 85 negara dalam waktu satu minggu setelah tayang.
- Luka Makan Cinta menembus posisi enam Global Top 10 dengan sekitar 2,4 juta views dan tayang di Top 10 pada 30 negara.
Sutradara Lucky Kuswandi menilai kehadiran Netflix memberi ruang lebih luas bagi sineas Indonesia untuk bereksperimen dalam bercerita tanpa dibatasi pola genre tertentu.
“Keragaman audiens di Netflix memberikan kebebasan bagi para pembuat film untuk tidak terikat pada genre atau pola cerita tertentu, sehingga membuka ruang bagi spektrum penceritaan yang lebih luas,” kata Lucky Kuswandi.
Netflix juga menilai konten lokal Indonesia berhasil memicu ketertarikan global terhadap budaya Nusantara.
Berita Terkait
-
iQIYI Siapkan Gebrakan di Indonesia 2026, Dracin hingga Fan Meeting Artis China Jadi Andalan
-
Lintasarta Kenalkan Platform Marketplace Berbasis AI
-
InDrive Ads, Platform Iklan Baru di 20 Negara
-
Platform E-Commerce Industri Berbasis AI Ini Dorong Transformasi Industri 4.0
-
GoTo Hadirkan Bursa Kerja Mitra Gojek, Platform Digital Pembuka Peluang Karier Baru
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki