-
Film The Legend of Zelda hadirkan Hylian Retriever identik versi game.
-
Aktor Benjamin Evan Ainsworth dan Bo Bragason perankan Link serta Zelda.
-
Sutradara Wes Ball jadwalkan rilis film pada tanggal 30 April 2027.
Suara.com - Bagi para penggemar franchise legendaris Nintendo, kabar terbaru dari lokasi syuting film live-action The Legend of Zelda membawa angin segar sekaligus rasa nostalgia.
Sebuah bocoran foto di balik layar yang ditemukan oleh Dexerto memperlihatkan kehadiran seekor anjing gembala Australia bernama Clay.
Ia mengenakan lencana bertuliskan "Day Player." Cukup menarik, penampakan anjing ini sangat identik dengan Hylian Retriever yang ikonik dalam game Breath of the Wild dan Tears of the Kingdom.
Meski statusnya sebagai pemain harian mengisyaratkan peran kecil, kehadirannya membuktikan bahwa sutradara Wes Ball sangat memperhatikan detail kecil untuk menghidupkan dunia Hyrule.
Produksi kolaborasi antara Nintendo dan Sony ini baru saja mengalami pergeseran jadwal rilis menjadi 30 April 2027.
Perubahan ini tergolong minor, namun menunjukkan betapa seriusnya tim produksi dalam menggarap proyek yang telah direncanakan Shigeru Miyamoto selama bertahun-tahun.
Film bakal dibintangi oleh aktor muda berbakat Benjamin Evan Ainsworth sebagai Link dan Bo Bragason sebagai Putri Zelda.
Berbeda dengan versi game, Wes Ball memastikan bahwa Link akan memiliki dialog.
Ia bahkan sempat bercanda bahwa film tersebut bisa saja menampilkan "panel teks" sebagai bentuk penghormatan terhadap mekanisme orisinalnya.
Baca Juga: Film Animasi Bong Joon Ho Ungkap Pengisi Suara Bertabur Bintang Hollywood
Mengutip GameSpot, film Zelda mengambil lokasi syuting di Wellington, Selandia Baru, lokasi yang sama dengan trilogi Lord of the Rings.
Wes Ball berambisi menciptakan sesuatu yang unik, yang ia deskripsikan sebagai "film live-action Miyazaki,".
Itu merujuk pada nuansa magis dan penceritaan bak mimpi khas Studio Ghibli, namun tetap memiliki skala epik seperti mahakarya J.R.R. Tolkien.
Untuk urusan audio, Joe Paesano akan menggarap musik pengiring dengan supervisi langsung dari komposer legendaris Koji Kondo, memastikan setiap denting nada tetap membawa ruh Zelda yang otentik.
Meskipun detail plot masih dirahasiakan rapat, rumor keterlibatan aktris Dichen Lichman sebagai Impa serta kehadiran aktor cilik Faith Delaney dan Maxwell Andrews memicu teori penggemar tentang adanya elemen perjalanan waktu, mirip dengan mekanisme dalam Ocarina of Time.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Domba Memecahkan Kasus Pembunuhan Dalam Film The Sheep Detectives
-
55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Ubisoft Gelar Perburuan Harta Karun Asli di Game Assassins Creed, Nilainya Rp8,7 Miliar!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi
-
Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan