Tekno / Tekno
Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB
Lenovo Tech Day 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Lenovo memperkuat lini ThinkPad dengan standar militer MIL-STD 810H guna mendukung operasional bisnis di lingkungan ekstrem Indonesia.
  • Integrasi teknologi kecerdasan buatan pada perangkat ThinkPad bertujuan meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas bagi para profesional modern.
  • Platform keamanan ThinkShield memberikan perlindungan data tingkat enterprise untuk menjaga operasional perusahaan dari berbagai ancaman siber berbahaya.

Suara.com - Gangguan perangkat akibat debu, suhu ekstrem, benturan, hingga kebocoran data dapat berdampak langsung pada produktivitas dan keberlangsungan bisnis.

Menjawab tantangan tersebut, Lenovo memperkuat posisi lini ThinkPad sebagai perangkat bisnis premium yang menggabungkan ketahanan berstandar militer, keamanan tingkat enterprise, dan produktivitas berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia.

President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto, menegaskan bahwa ketahanan perangkat kini menjadi fondasi penting bagi organisasi modern yang mengandalkan teknologi dalam operasional sehari-hari.

"Ketahanan perangkat menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional bisnis modern. Dengan perangkat yang telah lolos uji standar militer MIL-STD 810H, Lenovo memastikan pelanggan enterprise memiliki perangkat yang andal dan tangguh untuk bekerja di berbagai kondisi lingkungan dan skenario penggunaan," ujar Budi Janto.

Menurutnya, melalui pendekatan One Lenovo Solutions, perusahaan menghadirkan ekosistem teknologi yang terintegrasi mulai dari perangkat, infrastruktur, layanan, hingga keamanan untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital secara menyeluruh.

Lolos Uji Militer untuk Hadapi Lingkungan Kerja Ekstrem

Lenovo mengungkapkan bahwa seluruh perangkat ThinkPad telah melewati serangkaian pengujian ketat berdasarkan standar militer MIL-STD 810H yang dirancang untuk mensimulasikan kondisi kerja nyata di lapangan.

Sejak 2007, Lenovo secara konsisten menerapkan pengujian yang mencakup 12 metode dan 20 prosedur militer, mulai dari paparan debu, kelembapan tinggi, suhu ekstrem, getaran, benturan, hingga tekanan udara di dataran tinggi.

Perangkat ThinkPad diuji mampu bertahan terhadap badai pasir selama 90 menit, paparan debu silika selama enam jam, lingkungan dengan kelembapan mencapai 98 persen, hingga pengujian jamur selama 28 hari.

Baca Juga: Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Tak hanya itu, laptop bisnis ini juga dirancang tetap optimal pada suhu dingin hingga minus 21 derajat Celsius dan suhu panas mencapai 43 derajat Celsius saat digunakan, serta mampu bertahan pada suhu penyimpanan hingga 63 derajat Celsius.

Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah bagi sektor konstruksi, manufaktur, energi, pertambangan, hingga logistik yang membutuhkan perangkat andal di berbagai kondisi kerja.

Didukung AI untuk Produktivitas yang Lebih Tinggi

Selain ketahanan fisik, Lenovo juga mengintegrasikan teknologi AI dalam ekosistem perangkat dan solusi bisnisnya untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Perusahaan menghadirkan berbagai perangkat ThinkPad terbaru yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi modern, kolaborasi hybrid, hingga pemanfaatan AI dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Laptop-laptop tersebut mampu membantu pekerja profesional mengelola beban kerja lebih kompleks, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat.

Load More