- BGN mencopot 137 Kepala Dapur SPPG di berbagai daerah untuk menegakkan disiplin program.
- Peneliti TII Agus Suwarno menyatakan pergantian tersebut belum menyelesaikan akar masalah tata kelola yang sistemik.
- Pemerintah disarankan mengevaluasi total atau menyalurkan bantuan tunai langsung kepada siswa sebesar Rp15.000 per hari.
Suara.com - Pencopotan 137 Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai belum menyentuh akar persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peneliti Transparency International Indonesia (TII), Agus Suwarno, menyebut masalah utama justru berada pada tata kelola program yang dinilai bermasalah sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.
Menurut Agus, pergantian kepala dapur hanya menyasar pelaksana di lapangan, sementara persoalan yang lebih mendasar belum dibenahi.
"MBG sangat problematik, mulai dari aspek perencanaan, penyelenggaraan, hingga evaluasi," kata Agus kepada Suara.com, Selasa (4/8/2026).
Ia menilai berbagai persoalan yang terus bermunculan dalam pelaksanaan MBG menunjukkan adanya masalah yang bersifat sistemik, bukan sekadar kesalahan individu.
Karena itu, Agus berpandangan pemerintah perlu mengevaluasi secara menyeluruh, bahkan menghentikan program tersebut jika tata kelolanya tidak segera diperbaiki.
Menurutnya, anggaran MBG akan lebih efektif disalurkan langsung kepada siswa penerima manfaat melalui bantuan tunai sebesar Rp15.000 per hari.
"Lebih efektif dan rentenya mengecil," tegas Agus.
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengumumkan pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG di berbagai daerah sebagai bagian dari penegakan disiplin dalam pelaksanaan Program MBG.
Baca Juga: Jangan Tunggu 2028, MBG dan Anggaran Pendidikan Didesak Pisah Tahun Depan
Menurut Sudaryono, pencopotan tersebut merupakan bentuk penerapan kebijakan zero tolerance terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi di dapur MBG, sekaligus langkah pendisiplinan untuk memperbaiki pelaksanaan program.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
-
7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi