- Perusahaan teknologi Alpha Story asal Singapura resmi berekspansi ke Jakarta untuk membantu UMKM Indonesia meningkatkan visibilitas bisnis digital.
- Alpha Story menyediakan layanan pemasaran dan komunikasi berbasis kecerdasan buatan dengan biaya yang lebih terjangkau bagi pelaku UMKM.
- Platform Alpha Echo berbasis AI membantu UMKM mengoptimalkan reputasi merek, strategi konten, serta performa pencarian di era digital secara efisien.
Suara.com - Keterbatasan akses terhadap layanan public relations (PR), strategi pemasaran, hingga optimasi mesin pencari sering kali membuat UMKM kalah bersaing dengan perusahaan besar yang memiliki anggaran promosi lebih besar.
Perusahaan teknologi pemasaran asal Singapura, Alpha Story, resmi memperluas operasinya ke Indonesia dengan meluncurkan solusi marcomms berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu UMKM meningkatkan visibilitas dan pertumbuhan bisnis di era digital.
Beroperasi melalui kantor barunya di Jakarta Pusat dan sebagai afiliasi dari 8Infini, Alpha Story menawarkan layanan komunikasi dan pemasaran berbasis teknologi dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan model agensi konvensional.
Indonesia memiliki lebih dari 99 persen pelaku usaha yang berasal dari sektor UMKM. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional mencapai sekitar 60,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi.
Namun, menurut CEO Alpha Story, Jeremy Foo, masih banyak UMKM yang belum memiliki akses memadai terhadap layanan komunikasi strategis yang selama ini identik dengan perusahaan besar.
"UMKM Indonesia mungkin berskala kecil, tetapi perannya sangat besar. Mereka adalah fondasi perekonomian," kata Jeremy Foo dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai, teknologi AI dapat menjadi solusi untuk menghadirkan layanan komunikasi profesional yang lebih efisien dan terjangkau.
"Selama ini PR profesional dan komunikasi strategis dianggap sebagai layanan yang hanya mampu dijangkau oleh perusahaan besar. Kami percaya ada peluang untuk memanfaatkan AI, desain proses yang lebih baik, dan penetapan harga yang lebih terjangkau untuk membantu UMKM menyampaikan cerita yang lebih kuat dan bersaing lebih efektif," terangnya.
Alpha Echo, Platform AI yang Analisis Reputasi Brand Secara Real-Time
Baca Juga: Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan perusahaan adalah Alpha Echo, platform intelijen berbasis AI yang memungkinkan bisnis memantau dan memahami persepsi publik terhadap merek mereka.
Platform tersebut dirancang untuk menganalisis berbagai sumber data, mulai dari media online, media sosial, tren industri, hingga hasil pencarian digital.
Informasi tersebut kemudian diolah menjadi rekomendasi strategis yang dapat digunakan perusahaan untuk meningkatkan positioning, strategi konten, reputasi merek, hingga performa pencarian di internet.
Menariknya, Alpha Echo tidak hanya fokus pada SEO (Search Engine Optimization), tetapi juga mulai mengakomodasi tren baru berupa AEO (Answer Engine Optimization), yaitu optimasi agar sebuah brand lebih mudah ditemukan dan direkomendasikan oleh platform berbasis AI generatif.
Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap pelaku usaha dapat lebih mudah memahami bagaimana brand mereka dipersepsikan dibandingkan kompetitor serta menemukan peluang untuk meningkatkan visibilitas secara digital.
AI Bantu UMKM Masuk Media Tanpa Biaya Agensi Mahal
Berita Terkait
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker
-
Industri Storage Berubah! Lexar Kenalkan AI Storage Core PC dan Gaming
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
-
AI Fisik Jadi Tren Teknologi Terbesar 2026, Computex Hadirkan Inovasi Robot Masa Depan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan