Tekno / Internet
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:27 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). [Freepik]
Baca 10 detik
  • Perusahaan teknologi Alpha Story asal Singapura resmi berekspansi ke Jakarta untuk membantu UMKM Indonesia meningkatkan visibilitas bisnis digital.
  • Alpha Story menyediakan layanan pemasaran dan komunikasi berbasis kecerdasan buatan dengan biaya yang lebih terjangkau bagi pelaku UMKM.
  • Platform Alpha Echo berbasis AI membantu UMKM mengoptimalkan reputasi merek, strategi konten, serta performa pencarian di era digital secara efisien.

Selain menghadirkan teknologi pemantauan merek, Alpha Story juga menawarkan akses ke layanan komunikasi profesional yang mencakup penentuan positioning bisnis, penyusunan siaran pers, publikasi media, hingga evaluasi pasca-kampanye.

Model bisnis tersebut dirancang untuk menghilangkan hambatan biaya yang selama ini menjadi tantangan utama bagi startup, UMKM, dan bisnis yang dipimpin langsung oleh pendirinya.

Teknologi Alpha Echo. [Alpha Story]

"Struktur ini dirancang untuk memberikan UMKM, startup, perusahaan yang dipimpin langsung oleh pendirinya, dan merek yang sedang berkembang ke jalur yang lebih praktis menuju PR tanpa memerlukan kontrak jangka panjang atau biaya awal yang besar," jelas Jeremy.

Menurut Country Lead Alpha Story Indonesia, Leighton Cosseboom, persoalan utama banyak UMKM bukan terletak pada kualitas produk atau kemampuan pendirinya, melainkan kurangnya eksposur di pasar digital.

"Masalah yang dihadapi banyak UMKM Indonesia bukanlah kurangnya produk yang baik, pendiri bisnis yang kuat, atau nilai yang berarti bagi pelanggan," kata Leighton.

Dia menambahkan, masalahnya adalah mereka sering kali belum cukup terlihat dan belum cukup dipahami. Mereka perlu dilihat, dipahami, dan dipercaya.

"Alpha Story Indonesia dibangun untuk membantu menutup kesenjangan visibilitas tersebut," lanjutnya.

Berbeda dengan model agensi tradisional yang memisahkan layanan PR, pemasaran digital, pemantauan media, dan analitik, Alpha Story mengintegrasikan seluruh fungsi tersebut ke dalam satu sistem operasi berbasis teknologi.

Jika sebelumnya layanan PR dan strategi merek identik dengan perusahaan besar, kini teknologi AI membuka peluang bagi jutaan UMKM untuk mengakses layanan yang sama dengan biaya lebih efisien.

Baca Juga: Tim Cook Bongkar Alasan Kenaikan Harga iPhone, Produk Ini Paling Berdampak

"Indonesia tidak kekurangan pelaku usaha yang ingin berkembang. Kami ingin memberikan akses kepada lebih banyak pelaku usaha terhadap alat, jalur media, dan panduan strategis yang mereka butuhkan untuk membangun kredibilitas di pasar," tutup Leighton.

Load More