- Kaspersky mendeteksi malware Argamal dalam game dewasa yang menyerang ratusan pengguna di berbagai negara sejak April 2026.
- Malware berjenis Trojan ini memungkinkan peretas mengendalikan perangkat, mencuri data, serta memantau aktivitas korban secara jarak jauh.
- Pelaku menyebarkan virus melalui situs tidak resmi, platform torrent, dan forum modifikasi game guna menjebak para pengguna.
Kaspersky menemukan bahwa game yang telah disusupi malware didistribusikan melalui berbagai kanal digital.
Salah satunya melalui situs yang menampilkan tangkapan layar game dan menyediakan tautan unduhan yang mengarah ke layanan berbagi file seperti PixelDrain. Selain itu, malware juga ditemukan menyebar melalui platform torrent dan komunitas berbagi file game.
Dalam sejumlah kasus, file berbahaya dikemas bersama game asli sehingga terlihat sah di mata pengguna.
Lebih berbahaya lagi, para pelaku juga memanfaatkan forum game untuk menyebarkan malware dengan menyamarkannya sebagai cheat, modifikasi, atau alat bantu permainan.
Strategi ini membuat banyak korban secara sukarela mengunduh dan menjalankan file berbahaya tanpa menyadari risikonya.
Malware Terus Dikembangkan oleh Pelaku Siber
Kepala Unit Rusia dan CIS pada Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky, Dmitry Galov, mengatakan para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan kemampuan malware tersebut.
"Para pelaku kejahatan siber telah lama menyalahgunakan konten terkait game dan penginstal perangkat lunak tidak resmi untuk mendistribusikan malware, mengandalkan pengguna yang mengunduh file dari sumber yang tidak terverifikasi dengan sedikit kewaspadaan," kata Dmitry Galov.
Menurutnya, selama proses investigasi, tim peneliti menemukan bahwa malware Argamal secara aktif diperbarui dengan fitur baru dan perubahan infrastruktur, yang menunjukkan bahwa kampanye serangan ini masih berlangsung.
Baca Juga: Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude
"Sepanjang analisis, kami mengamati malware tersebut secara aktif diperbarui dengan fitur baru dan perubahan infrastruktur, menunjukkan bahwa kampanye tersebut sedang berlangsung dan kemungkinan akan berkembang lebih lanjut," ujarnya.
Galov juga mengingatkan bahwa semakin banyaknya alat otomatis dan kode publik yang tersedia membuat pengembangan malware menjadi lebih mudah dilakukan oleh para penyerang.
Pengguna Diminta Hindari Unduhan dari Sumber Tidak Resmi
Kaspersky mengimbau pengguna untuk lebih berhati-hati saat mengunduh game, perangkat lunak, maupun file pendukung dari internet.
Menggunakan sumber resmi, memverifikasi reputasi situs unduhan, serta memasang solusi keamanan yang mampu mendeteksi ancaman terbaru menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi malware.
"Kami menghimbau, pengguna harus menghindari mengunduh perangkat lunak dari situs web dan platform tidak resmi," tegas Galov dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).
Berita Terkait
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 11 Juni 2026: Jersey Bola dan Super Bundle Menanti
-
Trailer Beredar, Persona 4 Revival Siap Hadirkan Nostalgia pada 2027
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 10 Juni 2026: Ada Jersey Piala Dunia dan SG2 Golden
-
Viral Gegara 'Percaya Diri' Rilis November, Barbie Rewind Siap Tantang GTA 6?
-
Minecraft Dungeons II Siap Hadir Tahun Ini: Sekuel Dungeon Crawler yang Lebih Epik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan