Tekno / Internet
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi main game. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kaspersky mendeteksi malware Argamal dalam game dewasa yang menyerang ratusan pengguna di berbagai negara sejak April 2026.
  • Malware berjenis Trojan ini memungkinkan peretas mengendalikan perangkat, mencuri data, serta memantau aktivitas korban secara jarak jauh.
  • Pelaku menyebarkan virus melalui situs tidak resmi, platform torrent, dan forum modifikasi game guna menjebak para pengguna.

Kaspersky menemukan bahwa game yang telah disusupi malware didistribusikan melalui berbagai kanal digital.

Ilustrasi malware. [Pixabay]

Salah satunya melalui situs yang menampilkan tangkapan layar game dan menyediakan tautan unduhan yang mengarah ke layanan berbagi file seperti PixelDrain. Selain itu, malware juga ditemukan menyebar melalui platform torrent dan komunitas berbagi file game.

Dalam sejumlah kasus, file berbahaya dikemas bersama game asli sehingga terlihat sah di mata pengguna.

Lebih berbahaya lagi, para pelaku juga memanfaatkan forum game untuk menyebarkan malware dengan menyamarkannya sebagai cheat, modifikasi, atau alat bantu permainan.

Strategi ini membuat banyak korban secara sukarela mengunduh dan menjalankan file berbahaya tanpa menyadari risikonya.

Malware Terus Dikembangkan oleh Pelaku Siber

Kepala Unit Rusia dan CIS pada Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky, Dmitry Galov, mengatakan para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan kemampuan malware tersebut.

"Para pelaku kejahatan siber telah lama menyalahgunakan konten terkait game dan penginstal perangkat lunak tidak resmi untuk mendistribusikan malware, mengandalkan pengguna yang mengunduh file dari sumber yang tidak terverifikasi dengan sedikit kewaspadaan," kata Dmitry Galov.

Menurutnya, selama proses investigasi, tim peneliti menemukan bahwa malware Argamal secara aktif diperbarui dengan fitur baru dan perubahan infrastruktur, yang menunjukkan bahwa kampanye serangan ini masih berlangsung.

Baca Juga: Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude

"Sepanjang analisis, kami mengamati malware tersebut secara aktif diperbarui dengan fitur baru dan perubahan infrastruktur, menunjukkan bahwa kampanye tersebut sedang berlangsung dan kemungkinan akan berkembang lebih lanjut," ujarnya.

Galov juga mengingatkan bahwa semakin banyaknya alat otomatis dan kode publik yang tersedia membuat pengembangan malware menjadi lebih mudah dilakukan oleh para penyerang.

ilustrasi hacker. [Ist]

Pengguna Diminta Hindari Unduhan dari Sumber Tidak Resmi

Kaspersky mengimbau pengguna untuk lebih berhati-hati saat mengunduh game, perangkat lunak, maupun file pendukung dari internet.

Menggunakan sumber resmi, memverifikasi reputasi situs unduhan, serta memasang solusi keamanan yang mampu mendeteksi ancaman terbaru menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi malware.

"Kami menghimbau, pengguna harus menghindari mengunduh perangkat lunak dari situs web dan platform tidak resmi," tegas Galov dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).

Load More