- Asus resmi meluncurkan laptop bisnis ExpertBook PM5 G2 di Indonesia untuk mendukung produktivitas kerja berbasis teknologi kecerdasan buatan.
- Perangkat ini ditenagai prosesor AMD Ryzen AI, fitur kolaborasi cerdas, serta sistem keamanan kelas enterprise bagi para profesional.
- Laptop seberat 1,27 kilogram ini menawarkan ketahanan standar militer dan performa tinggi untuk mendukung pola kerja hybrid pengguna.
Suara.com - Transformasi digital di dunia kerja membuat kebutuhan laptop bisnis terus berubah. Kini, perusahaan tak hanya membutuhkan perangkat dengan performa tinggi, tetapi juga dukungan kecerdasan buatan (AI), sistem keamanan berlapis, serta desain yang mendukung mobilitas pekerja hybrid.
Asus resmi menghadirkan ExpertBook PM5 G2 (PM5406) di Indonesia, laptop bisnis terbaru yang dibekali prosesor AMD Ryzen AI dan berbagai fitur AI untuk meningkatkan produktivitas.
Laptop terbaru ini menyasar kalangan profesional, pelaku usaha kecil dan menengah (SMB), hingga perusahaan yang mulai mengadopsi alur kerja berbasis AI.
Asus mengombinasikan performa tinggi, fitur kolaborasi cerdas, opsi upgrade yang luas, serta keamanan kelas enterprise dalam satu perangkat.
"Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas, baik di kantor maupun saat bekerja dari mana saja," ujar Eric Khoven, Commercial Director ASUS Indonesia dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).
Melalui Asus ExpertBook PM5 G2, perusahaan menghadirkan solusi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan dan ketahanan kelas dunia.
Performa AMD Ryzen AI untuk Beban Kerja Generasi Baru
Asus ExpertBook PM5 G2 hadir dengan pilihan prosesor hingga AMD Ryzen AI 7 445 yang dibekali kemampuan AI mencapai 50 NPU TOPS.
Sementara itu, varian lebih tinggi dengan AMD Ryzen AI 9 HX 470 yang menawarkan performa AI hingga 55 TOPS tersedia untuk kebutuhan proyek tertentu.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
Laptop ini juga mendukung konfigurasi RAM DDR5 hingga 64GB dan penyimpanan dual M.2 SSD hingga 3TB, sehingga pengguna masih memiliki ruang luas untuk melakukan ekspansi di masa mendatang.
Asus mengklaim kombinasi tersebut mampu menangani berbagai pekerjaan berat, mulai dari analisis data, multitasking, hingga aplikasi AI generatif dengan lebih lancar dibanding laptop bisnis konvensional.
Fitur AI Bikin Rapat dan Pekerjaan Lebih Efisien
Salah satu daya tarik utama ExpertBook PM5 G2 adalah integrasi berbagai fitur AI yang dirancang untuk mendukung produktivitas.
Laptop ini dibekali platform Asus MyExpert, yang menghadirkan berbagai fungsi berbasis AI seperti membantu menyusun email, merangkum hasil rapat, hingga mengurangi pekerjaan administratif sehari-hari.
Untuk kebutuhan konferensi video, Asus juga menyematkan AI Noise Cancelling yang mampu meredam suara bising di sekitar pengguna serta kamera AI hingga resolusi 5MP yang dapat menyesuaikan pencahayaan dan framing secara otomatis agar tampilan pengguna tetap profesional selama rapat daring.
Berita Terkait
-
Asus Chromebook CM32 Debut dengan Chip MediaTek dan Layar 2.5K, Baterai Tahan 13 Jam
-
Asus ROG Tetapkan Standar Baru Handheld Gaming PC lewat Xbox Ally X20 Berlayar OLED
-
Generasi Produktif Butuh Laptop Fleksibel, Infinix XBOOK 15 Siap Temani saat Kejar Deadline
-
4 HP Asus dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Paling Murah Juni 2026
-
Berapa Harga Laptop RTX Spark? Diprediksi Bakal Bersaing Lawan MacBook Pro
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik