- Survei Kaspersky menunjukkan 57 persen masyarakat Indonesia menyimpan dokumen pribadi dan data sensitif lainnya di dalam smartphone mereka.
- Tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia pada smartphone sebagai perangkat utama akses internet meningkatkan risiko pencurian data oleh pelaku siber.
- Kaspersky menyarankan penggunaan perangkat lunak keamanan, enkripsi data, dan manajemen kata sandi untuk melindungi kehidupan digital pengguna dari serangan.
Perusahaan juga merekomendasikan penggunaan password manager dan penyimpanan terenkripsi untuk melindungi dokumen identitas maupun kredensial akun.
Selain itu, pengguna disarankan memasang solusi keamanan siber yang mampu mendeteksi aplikasi berbahaya, memblokir tautan phishing secara real-time, serta melindungi data pribadi dari pencurian.
Kaspersky juga mengingatkan pentingnya langkah antisipasi apabila perangkat hilang atau dicuri, seperti mengaktifkan fitur pelacakan perangkat, melakukan pencadangan data secara otomatis, mengaktifkan penguncian layar instan, dan menjaga keamanan fisik smartphone saat berada di ruang publik.
Anton menilai banyak pengguna masih menganggap perlindungan keamanan hanya diperlukan pada komputer, padahal smartphone kini menyimpan informasi yang jauh lebih berharga.
"Kita sering meremehkan seberapa banyak informasi berharga yang kita simpan di perangkat seluler kita dan seberapa rentan data tersebut. Sudah saatnya memberikan perlindungan siber yang sama kuatnya kepada pendamping digital sehari-hari Anda," katanya.
Senada dengan itu, Managing Director Kaspersky Asia Pasifik Adrian Hia mengatakan smartphone telah berkembang menjadi pusat kehidupan digital masyarakat modern, sehingga keamanan perangkat tidak lagi sebatas melindungi gawai.
"Hubungan kita dengan smartphone telah berubah secara fundamental. Ponsel kini menjadi tempat kita mengelola keuangan, pekerjaan, kenangan, hingga memanfaatkan AI untuk aktivitas sehari-hari. Keamanan siber seluler bukan lagi hanya tentang melindungi ponsel, tetapi juga melindungi kehidupan digital yang kita bawa di saku setiap hari," ujar Adrian Hia.
Berita Terkait
-
Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker
-
Sampai Kapan Harga Ponsel Bertambah Mahal? Analis Ungkap Krisis Memori hingga 2027
-
5 HP Realme dengan Layar AMOLED, Visual Jernih dan Warna Tajam
-
Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Kini Beralih ke Pencurian Data Login
-
Boleh Dicuci seperti Reza Arap? Ini Cara Membersihkan iPhone yang Benar
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Aparat Diduga Biarkan Ormas 'Pukul' Demonstran, Aktivis: Taktik Orde Baru yang Berbahaya!
-
Jaka Tingkir Saga, Serial Kolosal Pertama yang Lahir dari Kecerdasan Buatan
-
Kebiasaan Kecil, Berdampak Besar: Bekal Hidup Sehat untuk Generasi Muda Indonesia
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
-
Semen Gresik Tingkatkan Kompetensi Ratusan Tukang Bangunan melalui Sertifikasi Akademi Jago Bangunan
-
Ancaman Siber Meningkat Drastis, DPR Diminta Segara Sahkan RUU KKS
-
Warga Sekitar TPA Putri Cempo Mulai Mengungsi, Alami Sesak Nafas
-
Komisi Yudisial dan Keraton Kasunanan Surakarta Bersinergi Perkuat Etika dan Budaya Hukum
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah