- Mama Khas Banjar di Banjarmasin sukses melakukan eskalasi bisnis kuliner menggunakan teknologi finansial dan kecerdasan buatan.
- Pemilik usaha Firli Norachim memanfaatkan GrabModal serta QRIS OVO untuk mengatasi masalah permodalan dan efisiensi pembayaran.
- Transformasi digital tersebut berdampak pada peningkatan pengolahan bahan baku hingga dua ton per bulan dan memperluas pasar.
Suara.com - Masalah klasik yang menghantui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia selama puluhan tahun adalah "tembok" akses permodalan dan ketertinggalan teknologi.
Banyak produsen kuliner lokal yang terjebak dalam operasional manual, pencatatan keuangan yang berantakan, hingga keterbatasan jangkauan pasar yang hanya sebatas tetangga sekitar.
Akibatnya, potensi besar produk daerah seringkali layu sebelum berkembang akibat gagal beradaptasi dengan kecepatan ekonomi digital yang menuntut efisiensi tinggi dan keputusan berbasis data.
Menjawab tantangan tersebut, Mama Khas Banjar, sebuah unit usaha oleh-oleh asal Banjarmasin, membuktikan bahwa integrasi teknologi finansial (fintech) dan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya milik perusahaan startup besar.
Melalui adopsi agresif terhadap ekosistem Grab dan OVO Finansial, UMKM yang awalnya hanya mengandalkan rumah kontrakan ini sukses melakukan eskalasi bisnis dari skala rumahan menjadi pemain industri kuliner modern yang menjangkau pasar nasional.
Fintech sebagai Bahan Bakar Eskalasi: Kekuatan GrabModal
Inovasi paling tajam dalam transformasi Mama Khas Banjar terletak pada keberanian sang pemilik, Firli Norachim, untuk meninggalkan metode pembiayaan konvensional yang kaku.
Dengan memanfaatkan GrabModal Mantul by OVO Finansial, Firli berhasil memecahkan masalah cash flow yang sering menjadi botol leher (bottleneck) dalam pengadaan stok bahan baku skala besar.
Sistem pendanaan digital ini menawarkan skema pembayaran harian yang terintegrasi langsung dengan omzet, sebuah inovasi pembiayaan yang sangat sesuai dengan ritme bisnis retail modern.
Baca Juga: Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026
“Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali. Skema pemotongan harian sangat membantu; kami tidak perlu memikirkan cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual. Kami cukup fokus menjaga penjualan harian,” tegas Firli Norachim, melalui keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Inovasi Pembayaran: Real-Time Payment dengan QRIS OVO
Efisiensi operasional Mama Khas Banjar juga didorong oleh migrasi total dari transaksi tunai ke sistem pembayaran berbasis QRIS OVO. Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren cashless, melainkan bentuk optimalisasi manajemen risiko.
Dulu, pengecekan manual terhadap transfer konvensional sering memicu kesalahan manusia (human error) dan memperlambat pembukuan. Kini, dengan notifikasi real-time, setiap rupiah yang masuk terdata secara presisi dalam sistem digital, memungkinkan Firli melakukan analisis penjualan harian secara instan.
Melompat Jauh dengan AI dan Strategi GrabMart
Tidak berhenti pada aspek finansial, Mama Khas Banjar juga menyerap inovasi teknologi melalui program Kota Masa Depan: Berani Digital. Di sini, Firli memanfaatkan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk merumuskan strategi pengembangan usaha yang lebih akurat.
Berita Terkait
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
8 Wilayah Nikmati Blanket Coverage, Jaringan 5G XLSmart Kini Jangkau Jawa Timur
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
MMA Marketing Talk 2026 Soroti Peran AI dan Kepercayaan Konsumen Dalam Pertumbuhan Bisnis
-
LG Perkuat Pembelajaran Berbasis Teknologi di SMK, Kelas Multimedia Berstandar Industri Hadir
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal
-
Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?
-
Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum
-
Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan
-
Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang
-
Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara