Suara.com - Artificial intelligence (AI), video commerce, dan social commerce diprediksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pemasaran dalam beberapa tahun ke depan. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kepercayaan konsumen dan kualitas sumber daya manusia dinilai tetap menjadi fondasi agar inovasi mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan menarik Marketing + Media Alliance (MMA) Marketing Talk Indonesia 2026 yang digelar MMA Indonesia di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (16/7/2026). Mengusung tema Lead with Innovation. Grow with Purpose., konferensi ini menghadirkan lebih dari 35 pemimpin industri dari sektor pemasaran, teknologi, media, hingga bisnis untuk membahas strategi menghadapi perubahan lanskap digital.
CEO & Board of Directors MMA APAC sekaligus Global Head of SMARTIES MMA APAC Rohit Dadwal, mengatakan inovasi harus dimulai dari kemampuan memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi konsumen.
"Inovasi berawal dari kemampuan mengidentifikasi masalah yang nyata. Teknologi membantu kita memahami kebutuhan manusia dan menghadirkan solusi untuk menjawab persoalan itu," kata Rohit.
Menurut Rohit, pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan kemampuan membangun kepercayaan konsumen. Perusahaan juga perlu berani beradaptasi, terus belajar, serta memanfaatkan AI secara bertanggung jawab agar inovasi dapat diterapkan secara luas dan memberikan hasil nyata bagi bisnis.
Ia menambahkan keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kepemimpinan. Para pemimpin perusahaan perlu memahami manfaat sekaligus risiko AI sebelum mendorong implementasinya di seluruh organisasi.
Melihat potensi Indonesia, Rohit optimistis pertumbuhan ekonomi digital akan terus meningkat. Populasi usia muda, tingginya adopsi teknologi, serta berkembangnya video commerce dan social commerce dinilai menjadi modal penting bagi pertumbuhan industri pemasaran dalam beberapa tahun ke depan.
"Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat. Teknologi menghadirkan skala, kecepatan, dan konektivitas. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, video commerce dan social commerce akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri periklanan dan pemasaran," ujarnya.
Menurut Rohit, peluang itu juga terbuka di luar Jakarta. Pemanfaatan teknologi di sektor pendidikan, layanan keuangan, dan berbagai layanan digital lain dinilai mampu menjangkau masyarakat yang belum terlayani sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di berbagai daerah.
Baca Juga: Maksimalkan QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
Komisaris PT Ilthabi Rekatama, Ilham Akbar Habibie, mengatakan transformasi digital perlu diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, kepemimpinan, dan regulasi menjadi faktor yang saling melengkapi dalam meningkatkan daya saing Indonesia.
"Kalau kita lihat ini sebagai kompetisi, pertama harus dengan orang kita sendiri. Tiap perusahaan sangat tergantung dengan kualitas SDM-nya. Semakin berkemampuan orang kita, akan sangat membantu daya saing. Tapi itu juga harus didukung kepemimpinan, manajemen, dan regulasi yang baik," kata Ilham.
Ia juga mengingatkan Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap teknologi AI yang dikembangkan negara lain. Menurutnya, perkembangan geopolitik dapat memengaruhi akses terhadap platform digital sehingga Indonesia perlu memperkuat kapasitas teknologi sendiri.
"Kalau kita terlalu tergantung dengan yang lainnya juga ada risiko," ujar Ilham.
Selain menghadirkan diskusi mengenai AI, konferensi ini juga membahas kepemimpinan, kreativitas, social marketing, retail media, data, dan inovasi transformasional. MMA Marketing Talk Indonesia 2026 menjadi wadah bagi pelaku industri untuk berbagi wawasan, memperluas kolaborasi, sekaligus menyusun strategi menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat.***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan
Tag
Berita Terkait
-
Beban Usaha Meningkat, DPR Usul Omzet UMKM Bebas Pajak Naik Jadi Rp75 Juta
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online
-
BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026
-
Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tak Menurun usai Kebijakan Potongan Aplikator 8 Persen
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
FIFA Tuai Kontroversi Lagi, Final Piala Dunia 2026 Bakal Punya Halftime Show?
-
Ulasan Men Are from Mars, Women Are from Venus: Memahami Perbedaan Cara Pria dan Wanita Mencintai
-
Harta Rp73 Miliar Menteri PU Dody Hanggodo, Koleksi Mobil Mewah dan Polemik Mutasi ASN
-
5 Sunscreen Merek Lokal untuk Kulit Sensitif, Cegah Iritasi dan Kulit Kemerahan
-
Peringatan! Cadangan Minyak Dunia Menipis saat AS - Iran Perang Lagi
-
Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi
-
Kuasa Hukum Sebut Kasus Santri Terbakar Tak Ada Unsur Kesengajaan
-
Intip Wisma Terapung Asian Games 2026, Tempat Menginap Tim Indonesia
-
Kelangkaan Pertalite Meluas, ESDM Turunkan Tim Usut Masalah Distribusi BBM
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jaksa Minta Hakim Abaikan Keberatan Dokter Tifa, Ini Alasannya