- PT Bukalapak.com Tbk mereposisi bisnisnya menjadi perusahaan ekosistem gaming digital global sejak tahun 2025.
- Perusahaan memperluas ekspansi teknologi gaming ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat menggunakan merek Joytify.
- Lini bisnis gaming kini menyumbang hampir 90 persen total pendapatan Bukalapak dengan pertumbuhan tahunan mencapai 90 persen.
Suara.com - Industri game global berkembang jauh lebih cepat dibandingkan banyak sektor digital lainnya.
Momentum tersebut kini dimanfaatkan PT Bukalapak.com Tbk untuk melakukan reposisi sebagai perusahaan teknologi berbasis ekosistem gaming digital.
Setelah menghentikan marketplace produk fisik, Bukalapak justru mempercepat ekspansi teknologi gaming hingga ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat.
Director PT Bukalapak.com Tbk, Victor Putra Lesmana, mengatakan, transformasi perusahaan dilakukan karena melihat peluang yang jauh lebih besar pada industri gaming digital dibandingkan mempertahankan kompetisi e-commerce yang semakin mahal.
"Kami melihat ada beberapa bisnis yang sangat potensial, salah satunya gaming. Karena itu sejak 2025 kami mengelompokkan bisnis menjadi empat segmen yaitu Gaming, Mitra Bukalapak, Retail, dan Investment," kata Victor dalam media gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Gaming kini menjadi kontributor terbesar perusahaan dengan hampir 90 persen total pendapatan Bukalapak berasal dari lini bisnis tersebut.
"Gaming sekarang sudah hampir 90 persen dari total revenue Bukalapak, dan profitabilitasnya juga terus meningkat," ujarnya.
Berbeda dengan marketplace tradisional, Bukalapak mengembangkan bisnis gaming melalui pendekatan teknologi lintas negara.
Setelah memperkuat pasar domestik lewat akuisisi Itemku dan Lapakgaming, perusahaan mulai memperluas jangkauan ke pasar internasional.
Baca Juga: Bukalapak Bertransformasi: Bukan Lagi E-Commerce, Gaming Kini Sumbang Hampir 90 Persen Pendapatan
Victor mengungkapkan perusahaan telah membangun operasi di berbagai negara Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia, sekaligus merambah pasar Barat melalui merek baru Joytify.
"Awalnya bisnis gaming fokus di Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir kami melihat potensi besar di Asia Tenggara, kemudian masuk ke Eropa dan Amerika melalui brand baru Joytify," ungkap dia.
Menurutnya, penggunaan nama Joytify merupakan bagian dari strategi global agar platform lebih mudah diterima oleh pengguna internasional.
"Kalau namanya Lapakgaming lalu orang Amerika harus mengucapkannya, tentu tidak mudah. Karena itu kami membangun brand yang lebih relevan untuk pasar global, meski teknologi dan timnya tetap berasal dari Lapak Gaming," jelas Victor.
Strategi ekspansi tersebut juga didukung oleh pendekatan pengembangan talenta yang tidak lazim. Bukalapak membangun tim gaming dari orang-orang yang benar-benar memahami ekosistem industri game.
"Kami memang mencari orang yang passionate terhadap gaming. Mereka harus mengikuti perkembangan game, memahami perilaku gamer, dan mengetahui tren di berbagai negara," ucapnya.
Berita Terkait
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur, Laptop Rp129 Juta dengan Dua Layar OLED dan RTX 5090
-
Pre-Order Redmi K90 Ultra Dibuka, HP Gaming dengan Kipas Pendingin
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL