- PT ITSEC Asia Tbk mendukung pengembangan talenta muda Indonesia melalui pemberian bantuan riset kepada pelajar berprestasi dalam keamanan siber.
- Perusahaan mengoptimalkan ketahanan digital nasional dengan menghadirkan solusi keamanan berbasis kecerdasan buatan untuk sektor bisnis dan pendidikan.
- ITSEC Asia melalui anak usahanya berupaya menjembatani kebutuhan industri dengan meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di bidang siber.
Suara.com - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melalui pengembangan talenta muda serta solusi keamanan digital berbasis AI.
Langkah tersebut ditunjukkan dengan dukungan langsung kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil menemukan celah keamanan pada platform digital berskala global.
Di tengah meningkatnya ancaman serangan siber dan kebutuhan industri digital yang terus berkembang, ITSEC Asia menilai kehadiran talenta muda seperti Firoos menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.
Sebagai bagian dari Cyber Talent Indonesia Scholarship Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja guna mendukung aktivitas riset serta pengembangan kemampuan teknis Firoos.
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan tantangan utama industri keamanan siber saat ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
“Banyak yang membahas ancaman siber, tetapi belum banyak yang fokus pada kesiapan talenta. Padahal, talenta muda Indonesia sebenarnya sudah mampu bersaing di level global. Yang perlu dibangun sekarang adalah ekosistem yang mampu mendukung mereka berkembang secara berkelanjutan,” ujar Patrick dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Patrick, dukungan terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan digital nasional di masa depan.
Komitmen tersebut juga dijalankan melalui anak usaha perusahaan, ITSEC Cyber & AI Academy, yang berfokus menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta keamanan siber di Indonesia.
Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, akademi tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi ekosistem keamanan siber nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Deepfake dan Phishing AI Mengancam Perbankan, Industri Diminta Waspada
ITSEC Asia Kembangkan Solusi Keamanan Siber Berbasis AI
Selain fokus pada pengembangan talenta, ITSEC Asia juga memperkenalkan inisiatif pengembangan solusi keamanan digital berbasis AI untuk memperkuat sistem pertahanan siber yang lebih adaptif dan otonom.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem keamanan digital yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga kapabilitas serta inovasi lokal.
Dalam kesempatan yang sama, ITSEC Asia turut memperkenalkan pengembangan IntelliBro Aman versi Enterprise dan School. Solusi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan perlindungan digital sektor bisnis dan pendidikan melalui sistem keamanan yang lebih terpusat dan adaptif.
Perusahaan mengungkapkan bahwa IntelliBro Aman telah diunduh lebih dari 200 ribu kali dan menjadi salah satu solusi keamanan digital yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan industri di Indonesia.
Bagi ITSEC Asia, penguatan teknologi AI dan pengembangan talenta siber merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun ketahanan digital nasional.
“Kami percaya masa depan keamanan siber dan AI Indonesia akan sangat ditentukan oleh talenta-talenta muda saat ini. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi terhadap ketahanan digital nasional,” tutur Patrick.
Berita Terkait
-
Anak Usaha ITSEC - Mitra Kemenhan, Beri Pelatihan Siber dan AI Bernilai Rp1 Triliun
-
Waspada! Di Balik Keindahan Pandora, 'Avatar 3' Jadi Umpan Empuk Penjahat Siber
-
Dari Bumi hingga Orbit: Terungkap Badai Keamanan Siber Mengintai Sektor Telekomunikasi di 2025-2026
-
Palo Alto Networks Perkenalkan Cortex AgentiX: Tenaga AI Canggih Siap Merevolusi Keamanan Siber
-
ITSEC Asia Tancap Gas: Ekspansi Global, Summit AI 2026, dan Misi Amankan Perempuan di Dunia Digital
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan