Tekno / Internet
Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:46 WIB
Ilustrasi Cloud. [Bethany Drouin/Pixabay]
Baca 10 detik
  • ESET Indonesia meluncurkan fitur Cloud Workload Protection untuk melindungi lingkungan hybrid dan multi-cloud bagi pelanggan platform ESET PROTECT.
  • Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini memberikan perlindungan otomatis serta deteksi anomali real-time pada layanan cloud dan virtual machine.
  • Fitur ini dapat diakses tanpa biaya tambahan untuk mendukung kepatuhan keamanan data perusahaan sesuai regulasi perlindungan data Indonesia.

Suara.com - ESET Indonesia resmi meluncurkan fitur baru bernama ESET Cloud Workload Protection untuk pelanggan di Indonesia.

Solusi keamanan siber ini langsung terintegrasi dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan dan dirancang untuk melindungi lingkungan hybrid maupun multi-cloud dari ancaman peretasan yang semakin kompleks.

Peluncuran ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya migrasi perusahaan ke layanan cloud seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP).

Menurut laporan Mordor Intelligence, pasar cloud Indonesia diperkirakan mencapai 2,81 miliar dolar AS pada 2026 dan berpotensi tumbuh hingga 5,5 miliar dolar AS pada 2031.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, ancaman keamanan cloud juga semakin meningkat. Studi IBM menyebut rata-rata kerugian akibat pelanggaran data di public cloud kini mencapai 5,17 juta dolar AS per insiden, tertinggi dibanding lingkungan IT lainnya.

Banyak organisasi, terutama UKM, disebut masih memiliki perlindungan minim di layer cloud sehingga rentan terhadap ransomware, salah konfigurasi sistem (misconfiguration), hingga keterbatasan visibilitas keamanan.

ESET Cloud Workload Protection Bisa Deteksi Ancaman dengan AI

Ilustrasi AI (Pexels.com/Abet LIancer)

Melalui fitur baru ini, ESET menghadirkan perlindungan untuk workload cloud, virtual machine (VM), hingga private cloud dalam satu dashboard terpusat.

Teknologi ini juga sudah dibekali kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi anomali, ancaman berbasis perilaku (behavior-based detection), hingga otomatisasi respons serangan siber.

Baca Juga: VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake

“Semakin banyak organisasi di Indonesia sekarang yang menganggap bahwa public cloud itu sebagai urat nadi inisiatif bisnis digital mereka,” kata Yudhi Kukuh dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, dengan ESET Cloud Workload Protection, perusahaan mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise.

Seluruh pelanggan ESET PROTECT, kecuali paket PROTECT ENTRY, kini sudah dapat menggunakan fitur Cloud Workload Protection tanpa biaya tambahan.

Pengguna hanya perlu menghubungkan platform ESET PROTECT dengan layanan cloud yang digunakan seperti AWS, Azure, atau GCP.

Setelah terintegrasi, sistem akan otomatis memasukkan data virtual machine ke dalam platform ESET PROTECT XDR sehingga admin IT bisa memantau ancaman secara real-time dan melakukan deployment proteksi lebih cepat.

Salah satu keunggulan lain dari fitur ini adalah desainnya yang ringan sehingga tidak membebani performa server perusahaan.

Load More