- Kaspersky melaporkan bahwa hubungan digital yang masih terikat setelah perpisahan berisiko memicu penguntitan siber berbahaya.
- Pengguna harus melakukan audit akun, memutuskan perangkat asing, dan memakai kata sandi unik demi keamanan.
- Pencabutan akses layanan finansial, penyimpanan awan, dan perangkat pintar diperlukan untuk mengembalikan kedaulatan data.
Jika perangkat-perangkat ini tetap terhubung pada akun bersama, maka rumah tinggal yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi alat pemantauan jarak jauh yang sangat invasif.
Menghapus Akses Finansial dan Cloud Terintegrasi
Keamanan finansial juga menjadi pilar utama. Menghapus kartu kredit atau debit dari akun marketplace milik mantan pasangan adalah langkah wajib guna menghindari penyalahgunaan data perbankan.
Begitu pula dengan fitur Family Sharing pada ekosistem Apple atau Google yang secara otomatis menyinkronkan foto dan lokasi.
Melalui alat inovatif seperti Privacy Checker, pengguna dapat dipandu untuk menyesuaikan konfigurasi privasi di berbagai sistem operasi dan browser secara spesifik.
Tujuannya adalah untuk mengembalikan kedaulatan data sepenuhnya ke tangan individu.
Pada akhirnya, kebersihan digital pasca-perpisahan bukan tentang permusuhan, melainkan tentang penegasan kembali batas-batas privasi di dunia maya.
Berita Terkait
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi
-
Dari Cloud hingga AI, Lintasarta Siapkan Fondasi Digital Baru untuk Bisnis Indonesia
-
182 Serangan Siber per Detik Menghantam Indonesia, ITSEC Asia Soroti Ancaman Digital
-
AI Percepat Serangan Siber, CrowdStrike Sebut Industri Keuangan dalam Bahaya
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Promo KPR BRI dan Pilihan Suku Bunga Berjenjang Hingga Juli 2026
-
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta
-
Saldo BRIPoin BRImerchant Mendadak Jadi 0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI
-
Tayang 9 Oktober, Avatar: Seven Havens Hadirkan Avatar Baru Penerus Korra
-
Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi
-
Adaptasi Perang Kargil, Operation Safed Sagar Tayang 7 Agustus di Netflix
-
Somethinc Calm Down! Skinpair Moisturizer untuk Kulit Apa? Simak Ulasan Lengkapnya di Sini
-
Harga Emas Antam Bangkit! Naik Rp 7.000 per Gram Usai Anjlok Tajam Sehari Sebelumnya
-
Demokrat Sumbar Pasang Target Rebut Kembali Kursi DPR RI yang Hilang
-
Soal Emas 74 Kg dan Uang Dikaitkan ke Febrie Adriansyah, Pengacara Don Ritto Nilai Kejagung Prematur