Tekno / Tekno
Selasa, 28 Juli 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi sistem otomasi di sektor industri. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Telkomsel dan China Telecom Global menandatangani MoU pada 25 Juni 2026 di MWC Shanghai.
  • Kedua perusahaan menjajaki pengembangan solusi digital terintegrasi berbasis AI, IoT, ICT, dan 5G untuk industri Indonesia.
  • Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta keselamatan kerja di berbagai sektor industri Indonesia.

Suara.com - Transformasi digital di sektor industri kini memasuki fase baru. Jika sebelumnya konektivitas menjadi fokus utama, kini perusahaan membutuhkan jaringan yang mampu mendukung pemrosesan data secara real-time, otomatisasi operasional, hingga pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perkembangan tersebut mendorong integrasi teknologi seperti 5G, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan layanan Information and Communication Technology (ICT) menjadi fondasi baru bagi industri modern.

Melihat kebutuhan tersebut, Telkomsel menjalin kerja sama strategis dengan China Telecom Global Limited (CTG) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai pada 25 Juni 2026.

Kolaborasi ini difokuskan pada penjajakan pengembangan solusi digital terintegrasi bagi segmen enterprise dan berbagai industri vertikal di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi AI, IoT, ICT, serta peluang implementasi jaringan 5G.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan konektivitas yang kompleks. Kawasan industri, pelabuhan, pertambangan, hingga wilayah terpencil membutuhkan jaringan yang tidak hanya luas, tetapi juga memiliki latensi rendah, keamanan tinggi, dan mampu menghubungkan ribuan perangkat secara bersamaan.

Dalam konteks tersebut, pemanfaatan AI dan IoT dinilai semakin penting. Perangkat IoT berfungsi mengumpulkan data langsung dari lapangan melalui sensor dan perangkat yang saling terhubung, sementara AI mengolah data tersebut menjadi informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memprediksi gangguan, memantau aset secara real-time, hingga memperkuat aspek keselamatan kerja.

Melalui kerja sama ini, China Telecom Global akan menghadirkan kapabilitas teknologinya di bidang AI, IoT, dan layanan ICT yang dipadukan dengan jaringan, kanal distribusi, serta pemahaman Telkomsel terhadap karakteristik pasar Indonesia.

Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi pengembangan solusi berbasis SIM untuk perangkat AI dan IoT, serta pemanfaatan konektivitas 5G dan LTE di berbagai sektor industri.

VP Enterprise Product Management and Development Telkomsel, Kwok Wai Kiat, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital bagi dunia usaha.

Baca Juga: Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat

"Bagi Telkomsel, transformasi digital adalah tentang menghadirkan teknologi dan menciptakan dampak yang bermakna bagi dunia usaha dan berbagai sektor industri di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).

Dia menerangkan, MoU dengan CTG ini menjadi langkah penting bagi Telkomsel dalam mendorong pengembangan solusi berbasis 5G, AI, IoT, dan ICT yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia.

"Sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata yang membuka peluang pertumbuhan baru, serta membantu membentuk fase berikutnya dari transformasi digital dan industri Indonesia," ujar Kwok Wai Kiat.

Ia menambahkan bahwa Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai mitra transformasi digital bagi pelanggan enterprise melalui adopsi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan strategis maupun operasional perusahaan.

Kolaborasi ini dibangun di atas pengalaman Telkomsel dalam mengembangkan berbagai implementasi 5G untuk sektor industri. Salah satu penerapannya adalah 5G underground smart mining bersama Freeport Indonesia, yang disebut sebagai implementasi pertama di Asia Tenggara.

Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan tambang secara real-time, operasi jarak jauh, peningkatan produktivitas, efisiensi energi, dan keselamatan pekerja.

Load More