Tekno / Sains
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:09 WIB
Hujan Meteor Perseid. [NASA/Preston Dyches]
Baca 10 detik
  • Bulan Agustus 2026 dihiasi hujan meteor lebat dan gerhana Matahari total.
  • Puncak hujan meteor Perseid diprediksi jatuh pada pertengahan bulan Agustus mendatang.
  • Fenomena gerhana langit tahun ini sayangnya tidak melintasi wilayah negara Indonesia.

Suara.com - Beragam fenomena langit yang memukau secara saintifik dipastikan akan menghiasi kalender astronomi dunia sepanjang bulan Agustus 2026.

Rangkaian peristiwa alam ini menawarkan tontonan sekaligus objek penelitian bagi para pengamat bintang amatir hingga pakar astronomi.

Mulai dari aktivitas hujan meteor yang lebat hingga gerhana Matahari total, rentetan kejadian kosmik ini sangat dinantikan oleh publik secara luas.

Beberapa momen langka tersebut secara konsisten menjadi peluang emas bagi komunitas sains untuk memperdalam ilmu astrofisika planet dan pergerakan tata surya.

Tidak semua peristiwa pergerakan benda langit pada bulan ini dapat diamati secara langsung dari bentang batas wilayah negara Indonesia.

Meskipun demikian, keindahan fenomena tersebut tetap memikat perhatian publik yang bisa terus memantaunya melalui berbagai saluran siaran daring lembaga antariksa.

Kondisi fase Bulan baru yang diprediksi jatuh di pertengahan bulan ini ternyata sangat menguntungkan bagi prosedur optimalisasi pengamatan antariksa.

7 Fenomena Langit Agustus 2026

Berikut adalah ulasan dari daftar tujuh fenomena kosmik penting yang akan menjadi sorotan utama para ilmuwan Bumi sepanjang bulan ini.

1. Merkurius di Elongasi Barat Maksimum

Baca Juga: 2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya

Merkurius akan mencatatkan titik elongasi barat maksimum dengan bentangan jarak sudut sejauh 19,5 derajat dari Matahari pada tanggal 2 Agustus.

Posisi astronomis ini membuat planet terkecil di galaksi kita tersebut relatif lebih mudah diamati karena terhindar dari silau piringan cahaya surya.

Pengamat astronomi dapat menemukan wujud visual planet ini pada posisi yang cukup rendah di sekitar bentangan kaki ufuk timur.

Waktu paling direkomendasikan untuk mengamati kehadiran planet Merkurius adalah sesaat sebelum Matahari terbit dengan syarat kondisi langit harus cerah tanpa awan.

2. Gerhana Matahari Total

Peristiwa gerhana Matahari total dipastikan akan menggelapkan sebagian bentang langit pada tanggal 12 Agustus 2026 yang akan datang.

Load More