Tekno / Internet
Kamis, 30 Juli 2026 | 09:34 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]
Baca 10 detik
  • PT Soltius Indonesia mengadopsi SAP Joule for Consultants untuk mengatasi inefisiensi operasional dan mempercepat proses kerja konsultan SAP.
  • Presiden Direktur Soltius Bernardy Suhendra menyatakan pada Kamis, 30 Juli 2026, bahwa teknologi AI ini meningkatkan kolaborasi pengetahuan kolektif.
  • Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo menilai inovasi tersebut membantu menghasilkan wawasan lebih cepat serta meningkatkan konsistensi hasil bisnis.

Suara.com - Inefisiensi seperti pencarian dokumentasi manual yang memakan waktu, ketergantungan ekstrem pada pengalaman individu (yang memicu inkonsistensi), hingga proses onboarding talenta baru yang lambat, telah menjadi "penyakit" kronis yang menghambat skalabilitas bisnis konsultasi di era AI (Artificial Intellience/kecerdasan buatan).

Menghadapi tantangan tersebut, PT Soltius Indonesia (Soltius), sebagai SAP Platinum Partner terkemuka, melakukan langkah disruptif dengan mengadopsi SAP Joule for Consultants.

Langkah ini bukan sekadar tren mengikuti arus Artificial Intelligence, melainkan sebuah inovasi radikal dalam cara kerja konsultan untuk menghapus sekat antara data teknis yang kompleks dan eksekusi solusi yang presisi.

Generative AI: Mengubah Pengetahuan Kolektif Menjadi Aksi Real-Time

Berbeda dengan asisten virtual biasa, SAP Joule dirancang khusus sebagai AI percakapan yang memiliki akses eksklusif ke basis pengetahuan SAP yang paling mutakhir.

Bagi Soltius, integrasi ini berarti memindahkan seluruh perpustakaan teknis, kode ABAP, dan panduan konfigurasi ke dalam satu antarmuka cerdas yang dapat diakses secara instan.

Ilustrasi Cloud. [Unsplash]

Bernardy Suhendra, Presiden Direktur PT Soltius Indonesia, menekankan bahwa masa depan industri ini tidak lagi bergantung pada seberapa banyak informasi yang dihafal seorang konsultan, melainkan seberapa cerdas mereka berkolaborasi dengan AI.

"Masa depan konsultasi SAP ada pada pemanfaatan AI yang efektif. SAP Joule for Consultants memungkinkan tim kami memanfaatkan pengetahuan SAP secara kolektif, mempercepat pemecahan masalah, dan menghasilkan hasil yang lebih baik dengan keyakinan yang lebih tinggi," tegas Bernardy dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).

Efisiensi Operasional: Dari Troubleshooting Manual ke Panduan Kontekstual

Baca Juga: Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Inovasi ini memberikan dampak instan pada siklus hidup proyek. Jika sebelumnya konsultan harus melakukan riset berjam-jam untuk menyelesaikan masalah teknis yang kompleks, kini Joule menyediakan panduan langkah-demi-langkah berdasarkan konteks proyek yang sedang berjalan.

Integrasi dengan sistem seperti SAP S/4HANA Cloud dan SAP SuccessFactors memastikan bahwa AI bekerja di dalam aliran kerja (workflow) yang aman dan terkelola.

Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, melihat langkah Soltius sebagai standar baru bagi ekosistem mitra di tanah air.

"Mitra seperti Soltius berperan kunci dalam membawa nilai AI kepada pelanggan. Dengan SAP Joule for Consultants, kami memberdayakan tim konsultasi dengan konteks SAP yang mendalam dan bantuan cerdas berbasis AI, sehingga mereka dapat menghasilkan insight yang lebih cepat, meningkatkan konsistensi, dan mendorong hasil bisnis yang lebih berdampak," jelas Sianto.

Soltius tidak berhenti pada penggunaan alat (tools). Ke depannya, mereka berencana menanamkan AI ke dalam metodologi pengerjaan proyek secara fundamental. Ini mencakup pengembangan proposal otomatis, asesmen sistem berbasis analitik, hingga penggunaan AI dalam layanan managed services.

Load More