- PT Soltius Indonesia mengadopsi SAP Joule for Consultants untuk mengatasi inefisiensi operasional dan mempercepat proses kerja konsultan SAP.
- Presiden Direktur Soltius Bernardy Suhendra menyatakan pada Kamis, 30 Juli 2026, bahwa teknologi AI ini meningkatkan kolaborasi pengetahuan kolektif.
- Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo menilai inovasi tersebut membantu menghasilkan wawasan lebih cepat serta meningkatkan konsistensi hasil bisnis.
Suara.com - Inefisiensi seperti pencarian dokumentasi manual yang memakan waktu, ketergantungan ekstrem pada pengalaman individu (yang memicu inkonsistensi), hingga proses onboarding talenta baru yang lambat, telah menjadi "penyakit" kronis yang menghambat skalabilitas bisnis konsultasi di era AI (Artificial Intellience/kecerdasan buatan).
Menghadapi tantangan tersebut, PT Soltius Indonesia (Soltius), sebagai SAP Platinum Partner terkemuka, melakukan langkah disruptif dengan mengadopsi SAP Joule for Consultants.
Langkah ini bukan sekadar tren mengikuti arus Artificial Intelligence, melainkan sebuah inovasi radikal dalam cara kerja konsultan untuk menghapus sekat antara data teknis yang kompleks dan eksekusi solusi yang presisi.
Generative AI: Mengubah Pengetahuan Kolektif Menjadi Aksi Real-Time
Berbeda dengan asisten virtual biasa, SAP Joule dirancang khusus sebagai AI percakapan yang memiliki akses eksklusif ke basis pengetahuan SAP yang paling mutakhir.
Bagi Soltius, integrasi ini berarti memindahkan seluruh perpustakaan teknis, kode ABAP, dan panduan konfigurasi ke dalam satu antarmuka cerdas yang dapat diakses secara instan.
Bernardy Suhendra, Presiden Direktur PT Soltius Indonesia, menekankan bahwa masa depan industri ini tidak lagi bergantung pada seberapa banyak informasi yang dihafal seorang konsultan, melainkan seberapa cerdas mereka berkolaborasi dengan AI.
"Masa depan konsultasi SAP ada pada pemanfaatan AI yang efektif. SAP Joule for Consultants memungkinkan tim kami memanfaatkan pengetahuan SAP secara kolektif, mempercepat pemecahan masalah, dan menghasilkan hasil yang lebih baik dengan keyakinan yang lebih tinggi," tegas Bernardy dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Efisiensi Operasional: Dari Troubleshooting Manual ke Panduan Kontekstual
Baca Juga: Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional
Inovasi ini memberikan dampak instan pada siklus hidup proyek. Jika sebelumnya konsultan harus melakukan riset berjam-jam untuk menyelesaikan masalah teknis yang kompleks, kini Joule menyediakan panduan langkah-demi-langkah berdasarkan konteks proyek yang sedang berjalan.
Integrasi dengan sistem seperti SAP S/4HANA Cloud dan SAP SuccessFactors memastikan bahwa AI bekerja di dalam aliran kerja (workflow) yang aman dan terkelola.
Sianto Wongjoyo, Managing Director SAP Indonesia, melihat langkah Soltius sebagai standar baru bagi ekosistem mitra di tanah air.
"Mitra seperti Soltius berperan kunci dalam membawa nilai AI kepada pelanggan. Dengan SAP Joule for Consultants, kami memberdayakan tim konsultasi dengan konteks SAP yang mendalam dan bantuan cerdas berbasis AI, sehingga mereka dapat menghasilkan insight yang lebih cepat, meningkatkan konsistensi, dan mendorong hasil bisnis yang lebih berdampak," jelas Sianto.
Soltius tidak berhenti pada penggunaan alat (tools). Ke depannya, mereka berencana menanamkan AI ke dalam metodologi pengerjaan proyek secara fundamental. Ini mencakup pengembangan proposal otomatis, asesmen sistem berbasis analitik, hingga penggunaan AI dalam layanan managed services.
Berita Terkait
-
AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi
-
Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
-
Installer AC Indonesia Punya Kesempatan Tampil di ASEAN, MCFIT 2026 Resmi Bergulir
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Lewat BRIvolution Reignite, BRI Perkuat Kinerja dan Dukung Perekonomian Nasional Bersama Danantara
-
Tewas Usai Uji Nyali: Detik-Detik Tragis Perempuan Tulungagung Ambruk di Depan Rumah Hantu
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
-
Bukan Sekadar Chatbot, Ini Jadi "Senjata Rahasia" Soltius Indonesia di Era Konsultasi Berbasis GenAI
-
Kok Aneh? Laga Vietnam vs Singapura Gunakan VAR tapi Wasit Tak Datang ke Stadion
-
Siap-siap Uang Belanja Bengkak, Harga Pangan Mulai Melonjak
-
BRIvolution Reignite Kian Agresif, BRI Perluas Kontribusi bagi Perekonomian Nasional
-
Eks Wakapolri Oegroseno Terseret Kasus Apa? Blak-blakan Merasa Dikriminalisasi Polri
-
The Odyssey: Kejeniusan Christopher Nolan dalam Menerjemahkan Sebuah Epos
-
Oppo Reno16 Pro 5G Jadi Pionir MediaTek Dimensity 8550 Super di Indonesia, Apa Keunggulannya?