Tekno / Tekno
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:16 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. [Dok Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Buku Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia 2026-2030 di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Pemerintah mengubah fokus pembangunan dari sekadar cakupan fisik menuju ekosistem digital terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.
  • Strategi baru ini memperkuat sistem komunikasi kabel laut dan kedaulatan data demi keamanan serta ketahanan digital nasional.

Dari sisi inovasi keamanan, pemerintah tengah memperkuat sistem ketahanan infrastruktur melalui pengembangan mobile broadband dan perluasan fixed broadband lewat fibrisasi hingga ke tingkat kampung.

Ilustrasi Cloud. [Freepik]

Salah satu terobosan teknologi yang ditekankan adalah penguatan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dengan konsep Multiple International Gateway.

Strategi ini bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan Indonesia pada jalur komunikasi tunggal yang rentan terhadap gangguan fisik maupun serangan siber global. Dengan memiliki banyak gerbang internasional, Indonesia tidak hanya meningkatkan kecepatan akses tetapi juga memperkokoh kedaulatan digitalnya.

“Indonesia harus terjaga, tidak hanya manusianya, tetapi juga sovereignty-nya, kedaulatannya. Transformasi digital harus berjalan dengan prinsip safe and trusted agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan rasa aman,” tambahnya.

Peta jalan ini menjadi kompas bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penyedia layanan telekomunikasi hingga pengembang teknologi lokal.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua Mastel Sarwono Atmosutarno dan Rektor Telkom University Suyanto dalam peluncuran ini menunjukkan dukungan penuh dari akademisi dan industri untuk mewujudkan ekosistem digital yang lebih matang.

Dengan fokus pada infrastruktur yang lebih cerdas (seperti Edge Computing dan AI-ready infrastructure), Indonesia menargetkan diri untuk tidak hanya menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga menjadi pemain kunci yang memiliki kontrol penuh atas infrastruktur dan data nasionalnya sendiri menuju Indonesia Emas 2045.

Load More