Tekno / Tekno
Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:36 WIB
National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo (kedua dari kanan) dalam peluncuran Sharp Airest di Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • PT Sharp Electronics Indonesia meluncurkan produk Airest di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.
  • Sharp mencatat produksi 70.000 unit AC per bulan dengan tingkat komponen dalam negeri mencapai 70 persen.
  • Perusahaan menaikkan target pendapatan tahunan menjadi Rp13 triliun menyusul tingginya permintaan pasar domestik.

"Biasanya dalam teori sales, kenaikan harga lebih dari 5 persen akan membuat pasar mengkerut hingga 10 persen. Namun kali ini terbalik, kenaikan harga justru diikuti oleh pertumbuhan (growth). Ini baru pertama kali saya alami selama 25 tahun berkarier di bidang sales marketing."

Sharp meluncurkan Airest di Jakarta, Rabu (5/8/2026). [Suara.com/Dythia]

Anomali ini dipicu oleh kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap kualitas udara. Melalui peluncuran lini Airest, AC pertama di dunia dengan filter tersertifikasi MERV 14, Sharp tidak lagi menjual "udara dingin", melainkan "udara sehat".

Teknologi ini mampu menyaring partikel mikroskopis hingga 99,9 persen, sebuah lompatan inovasi yang menjawab kebutuhan hunian sehat pasca-pandemi.

Target Rp13 Triliun: Menatap Masa Depan Ekosistem B2B

Keberhasilan di segmen ritel (B2C) mendorong Sharp untuk segera melakukan ekspansi ke ekosistem yang lebih besar, yakni pasar komersial (B2B).

Dengan realisasi pendapatan mencapai Rp6 Triliun pada semester pertama, Sharp Indonesia secara optimistis mengoreksi target tahunan mereka dari Rp12 Triliun menjadi Rp13 Triliun pada akhir 2026.

Load More