Tekno / Internet
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:43 WIB
Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026. [Komdigi]
Baca 10 detik
  • Ajang DTI-CX 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center untuk mewujudkan kedaulatan digital nasional.
  • BSSN menekankan pentingnya penerapan strategi pertahanan siber terintegrasi guna mencegah celah kerentanan serta kebocoran internal.
  • Pemerintah menargetkan kemandirian talenta lokal melalui kerja sama pendidikan agar tidak bergantung pada tenaga asing.

Fokus utamanya adalah memastikan teknologi tidak hanya menghubungkan, tetapi juga melindungi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026. [Komdigi]

"Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Hadirnya DTI Series 2026 adalah untuk memastikan teknologi ini melindungi hak pengguna dan memperkuat masa depan bangsa," ujar Edwin dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2026).

Kemandirian Talenta: Menghentikan Outsourcing SDM

Di sisi ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hanya bisa dicapai jika ekosistem digital diisi oleh anak bangsa sendiri.

Pemerintah secara agresif mulai menggandeng perguruan tinggi internasional untuk membangun basis edukasi di dalam negeri agar kebutuhan industri semikonduktor dan digital terpenuhi.

"Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri. Tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan," tegas Airlangga.

DTI-CX 2026 hadir lebih komprehensif dengan mengintegrasikan empat pilar utama dalam satu atap: DCTI-CX untuk infrastruktur data center, DTI-HR untuk transformasi SDM, dan CRD-CX untuk pertahanan siber.

Load More