Tekno / Internet
Senin, 10 Agustus 2026 | 15:43 WIB
Ilustrasi AI. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • PT ITSEC Asia Tbk meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy untuk mengatasi kekurangan enam juta talenta digital pada tahun 2030.
  • Akademi tersebut menerapkan pelatihan praktis berbasis serangan nyata serta tata kelola kecerdasan buatan yang aman untuk memperkuat keamanan siber nasional.
  • ITSEC Asia memberikan apresiasi berupa dukungan perangkat dan pelatihan privat kepada remaja asal Boyolali bernama Ibrahim Al Abrar.
  • AKSI: Sistem asesmen kompetensi yang presisi.
  • CAKRA: Hub pengelolaan pembelajaran terpadu.
  • SAKTI: Jalur pembelajaran adaptif berbasis AI dengan fitur anti-cheating.
  • PERISAI: Cyber Range berbasis AI untuk simulasi skenario perang siber yang realistis.
  • JAGA: Platform simulasi phishing dan awareness untuk menguji ketahanan organisasi.

Mencari "Hacker" Muda dari Boyolali

ilustrasi hacker. [Pixabay]

ITSEC Asia memberikan apresiasi kepada Ibrahim Al Abrar, remaja asal Boyolali yang sempat menghebohkan dunia teknologi karena berhasil menemukan celah keamanan di sistem publik NASA. Ibrahim menjadi bukti bahwa talenta hebat Indonesia bisa lahir dari mana saja.

Melalui program ITSEC CyberTalent, Ibrahim mendapatkan dukungan perangkat, pelatihan privat dengan para ahli, hingga kesempatan magang di ITSEC Asia.

Hal ini menunjukkan bahwa visi ITSEC bukan sekadar bisnis, melainkan membangun pipeline talenta nasional yang berkelanjutan.

Load More