Tekno / Tekno
Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:24 WIB
BTS XLSmart. [XLSmart]
Baca 10 detik
  • XLSmart mencatatkan laba bersih melonjak 294 persen menjadi Rp2,73 triliun pada semester I 2026.
  • Trafik data perusahaan telekomunikasi tersebut mencapai 7.934 Petabytes dengan total 265.442 BTS pada pertengahan 2026.
  • Jaringan XLSmart dinobatkan sebagai Indonesia Best Mobile Network 2026 oleh Ookla setelah merger.

265 Ribu BTS, Sekitar 15 Ribu Sudah 5G

Suasana acara Press Conference Selebrasi XL Raih Predikat Jaringan Terbaik di Indonesia 2026 di Kawasan SCBD, Jakarta Pusat,. [Handout]

Dari sisi infrastruktur, XLSmart kini memiliki 265.442 BTS, tumbuh 26 persen YoY.

Namun, ekspansi jaringan tersebut tidak hanya berfokus di Pulau Jawa. 

Sekitar 50 persen penambahan BTS dalam satu tahun terakhir berada di wilayah luar Jawa, termasuk Sulawesi dan Kalimantan. Perusahaan juga memperkuat jaringan 5G di wilayah seperti Balikpapan dan Banjarmasin.

Hingga semester I 2026, XLSmart telah memiliki sekitar 15 ribu BTS 5G yang menopang layanan di 52 kota. Cakupan populasi 5G XLSmart telah mencapai 23 persen secara nasional.

Menariknya, kontribusi trafik 5G terhadap pertumbuhan trafik keseluruhan mencapai 27 persen, sementara kualitas pengalaman 5G disebut meningkat 2,5 kali dibandingkan 4G.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi 5G mulai diarahkan bukan hanya untuk memperluas titik sinyal, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kualitas pengalaman pengguna.

Setelah Merger, 92 Persen Site Sudah Terintegrasi

Salah satu pekerjaan teknologi terbesar pasca-merger adalah menggabungkan infrastruktur jaringan.

Baca Juga: XLSMART Sambut Putusan MK soal Kuota Hangus, Siap Hadirkan Layanan Seluler Lebih Transparan

Hingga akhir Juni 2026, sekitar 92 persen site telah terintegrasi ke jaringan XLSmart. Pada saat yang sama, sekitar 15 ribu site duplikasi telah dibongkar.

Langkah tersebut memungkinkan perusahaan mengurangi biaya operasional berulang dari infrastruktur yang tidak lagi diperlukan.

Di sinilah teknologi jaringan bertemu dengan efisiensi bisnis. Konsolidasi site memungkinkan operator menggunakan infrastruktur secara lebih optimal sekaligus mengurangi biaya pemeliharaan.

Rajeev menegaskan bahwa fokus perusahaan ke depan bukan sekadar menyelesaikan proses integrasi.

“Fokus kami ke depan bukan hanya menyelesaikan integrasi, tetapi memastikan seluruh kekuatan hasil merger, termasuk konsolidasi site dan efisiensi operasional yang mendorong ekspansi margin EBITDA, dapat diterjemahkan menjadi kualitas jaringan yang semakin baik,” bebernya.

Ia juga menekankan target memperluas 5G blanket coverage serta meningkatkan pengalaman digital pelanggan.

Sinergi Merger Capai 153 Juta Dolar AS

Efisiensi hasil merger juga tercermin dari realisasi sinergi. Sepanjang semester I 2026, gross synergy XLSmart mencapai 153 juta dolar AS, sekitar tiga kali lipat dibandingkan 48 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sinergi tersebut berasal dari sejumlah area, mulai dari negosiasi dengan mitra dan kontrak, optimalisasi operasional jaringan, site, utilitas dan fiber, hingga penghematan biaya regulasi dari site yang sudah dinonaktifkan.

Perusahaan juga mencatat sinergi dari optimalisasi organisasi dan pemasaran serta berkurangnya biaya integrasi.

Artinya, merger mulai menghasilkan dampak pada dua sisi sekaligus, yakni jaringan menjadi lebih terkonsolidasi dan biaya operasi dapat ditekan.

Spektrum 217 MHz, Naik 4 Kali Lipat

Ilustrasi XLSMART. [Suara.com/Dythia]

Selain jumlah BTS, kapasitas jaringan juga ditopang oleh peningkatan kepemilikan spektrum.

Total portofolio spektrum XLSmart kini mencapai 217 MHz, meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan gabungan spektrum sebelum merger.

Tambahan kapasitas spektrum menjadi elemen penting dalam menghadapi pertumbuhan trafik data. Semakin besar konsumsi layanan digital, semakin besar pula kebutuhan operator terhadap kapasitas jaringan.

Kombinasi spektrum, konsolidasi site, dan ekspansi BTS 5G menjadi fondasi bagi XLSmart untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas cakupan.

Performa tersebut juga mendapat pengakuan dari Ookla®, yang untuk pertama kalinya menobatkan jaringan XLSmart sebagai “Indonesia’s Best Mobile Network 2026”.

XLSmart juga meraih pengakuan untuk sejumlah kategori lain, termasuk Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience.

36 Juta Pengguna Aktif di Aplikasi Digital

Transformasi jaringan juga berjalan beriringan dengan perubahan kanal layanan. XLSmart mencatat 36 juta pengguna aktif bulanan pada aplikasi myXL, AXISNet, dan mySF.

Lebih dari 60 persen pendapatan mobile perusahaan kini dihasilkan melalui kanal digital.

Angka tersebut menunjukkan bahwa aplikasi operator semakin berperan dalam hubungan antara pelanggan dan layanan telekomunikasi, bukan sekadar menjadi tempat membeli paket data.

XLSmart juga menggandeng Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage bagi pelanggan tanpa biaya tambahan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan ARPU, konsumsi data, keterlibatan pelanggan di kanal digital, serta loyalitas pelanggan.

Belanja Modal Rp10,27 Triliun untuk Jaringan

Untuk menopang integrasi jaringan dan ekspansi 5G, XLSmart mencatatkan Capitalized Capex Rp10,27 triliun pada semester I 2026.

Sementara itu, total utang bruto perusahaan turun menjadi Rp20,87 triliun pada akhir Juni 2026.

Rasio net debt to EBITDA, termasuk pembiayaan sewa, berada di level 2,61 kali.

XLSmart juga menyatakan tidak memiliki utang dalam denominasi dolar AS. Dari pinjaman yang ada, 90 persen menggunakan suku bunga mengambang dan 10 persen menggunakan suku bunga tetap.

5G Jadi Ujian Berikutnya Setelah Merger

Kinerja semester I 2026 menunjukkan bahwa tantangan XLSmart mulai bergeser.

Ilustrasi ulang tahun pertama XLSMART. [XLSMART]

Jika sebelumnya fokus utama adalah menggabungkan jaringan dan merealisasikan sinergi merger, tahap berikutnya adalah memastikan investasi tersebut menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pertumbuhan trafik data 19 persen, ARPU yang naik menjadi Rp47,1 ribu, ekspansi menjadi sekitar 15 ribu BTS 5G, serta peningkatan portofolio spektrum menjadi 217 MHz, menunjukkan bahwa infrastruktur tersebut mulai digunakan untuk menghadapi perubahan pola konsumsi digital.

Dengan 5G yang kini hadir di 52 kota dan cakupan populasi mencapai 23 persen, pekerjaan berikutnya bukan sekadar menambah jumlah BTS.

Tantangan XLSmart adalah mengubah kapasitas jaringan yang semakin besar menjadi pengalaman digital yang benar-benar dirasakan pelanggan, mulai dari streaming, gaming, cloud hingga layanan berbasis AI.

Load More