Bisnis / Keuangan
Kamis, 23 Juli 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi Proyek Milik Adhi Karya. [Adhi.co.id]
Baca 10 detik
  • PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp8,49 miliar pada semester I-2026 atau naik 12,60 persen.
  • Pendapatan perusahaan merosot 18,59 persen menjadi Rp3,11 triliun akibat penurunan berbagai pos keuangan secara tahunan.
  • Penurunan beban pokok pendapatan mendorong laba bruto perseroan meningkat 22,27 persen menjadi Rp700,42 miliar.

Suara.com - Emiten kontruksi BUMN,PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp8,49 miliar pada Semester I-2026. Raihan laba bersih ini naik 12,60 persen dibandikan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,54 miliar.

Kenaikan laba bersih ADHI ini cukup anomali, karena pendapatan perusahaan pelat merah tercatat merosot di periode tersebut.

Mengutip laporan keuangan perseroan, Kamis (23/7/2026), Adhi Karya mencatat pendapatan sebesar Rp3,11 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut turun 18,59 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan realisasi pada semester I 2025 yang mencapai Rp3,82 triliun.

Namun, beban pokok pendapatan ADHI mengalami penurunan25 persen YoY menjadi Rp2,4 triliun dari sebelumnya Rp3,2 triliun pada semester I 2025.

Adhi Karya

Alhasil, raihan itu mendorong laba bruto perseroan meningkat 22,27 persen YoY menjadi Rp700,42 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp572,87 miliar.

Sementara itu, beban usaha juga mulai naik tipis sebesar Rp384,29 miliar, atau melonjak 0,07 persen YoY, dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp384,02 miliar.

Meski demikian, laba sebelum pajak tercatat turun 17,10 persen YoY menjadi Rp20,55 miliar dari Rp24,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, beban pajak penghasilan perseroan juga turun 41,65 persen YoY menjadi Rp3,04 miliar, dibandingkan Rp5,21 miliar pada semester I 2025.

Setelah dikurangi beban pajak, laba tahun berjalan Adhi Karya tercatat sebesar Rp17,51 miliar, atau turun 10,57 persen YoY dari Rp19,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Dari sisi neraca, perseroan juga mencatat penurunan liabilitas. Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas Adhi Karya mencapai Rp24,21 triliun, atau turun 5,02 persen dibandingkan Rp25,49 triliun pada akhir 2025.

Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp27,52 triliun, atau turun 4,41 persen dibandingkan Rp28,79 triliun pada akhir tahun lalu.

Adapun total aset perseroan per Juni 2026 berada di level Rp27,52 triliun, atau turun 4,41 persen dari posisi akhir 2025 yang sebesar Rp28,79 triliun.

Load More