- PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp8,49 miliar pada semester I-2026 atau naik 12,60 persen.
- Pendapatan perusahaan merosot 18,59 persen menjadi Rp3,11 triliun akibat penurunan berbagai pos keuangan secara tahunan.
- Penurunan beban pokok pendapatan mendorong laba bruto perseroan meningkat 22,27 persen menjadi Rp700,42 miliar.
Suara.com - Emiten kontruksi BUMN,PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp8,49 miliar pada Semester I-2026. Raihan laba bersih ini naik 12,60 persen dibandikan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,54 miliar.
Kenaikan laba bersih ADHI ini cukup anomali, karena pendapatan perusahaan pelat merah tercatat merosot di periode tersebut.
Mengutip laporan keuangan perseroan, Kamis (23/7/2026), Adhi Karya mencatat pendapatan sebesar Rp3,11 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut turun 18,59 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan realisasi pada semester I 2025 yang mencapai Rp3,82 triliun.
Namun, beban pokok pendapatan ADHI mengalami penurunan25 persen YoY menjadi Rp2,4 triliun dari sebelumnya Rp3,2 triliun pada semester I 2025.
Alhasil, raihan itu mendorong laba bruto perseroan meningkat 22,27 persen YoY menjadi Rp700,42 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp572,87 miliar.
Sementara itu, beban usaha juga mulai naik tipis sebesar Rp384,29 miliar, atau melonjak 0,07 persen YoY, dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp384,02 miliar.
Meski demikian, laba sebelum pajak tercatat turun 17,10 persen YoY menjadi Rp20,55 miliar dari Rp24,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, beban pajak penghasilan perseroan juga turun 41,65 persen YoY menjadi Rp3,04 miliar, dibandingkan Rp5,21 miliar pada semester I 2025.
Setelah dikurangi beban pajak, laba tahun berjalan Adhi Karya tercatat sebesar Rp17,51 miliar, atau turun 10,57 persen YoY dari Rp19,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
Dari sisi neraca, perseroan juga mencatat penurunan liabilitas. Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas Adhi Karya mencapai Rp24,21 triliun, atau turun 5,02 persen dibandingkan Rp25,49 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp27,52 triliun, atau turun 4,41 persen dibandingkan Rp28,79 triliun pada akhir tahun lalu.
Adapun total aset perseroan per Juni 2026 berada di level Rp27,52 triliun, atau turun 4,41 persen dari posisi akhir 2025 yang sebesar Rp28,79 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Masyarakat RI Makin Hidup Sehat, Bisnis Wellness Punya Peluang Moncer
-
Warna Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini 6 Shade yang Bikin Wajah Makin Cerah
-
Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda
-
Kejar Tayang, Kru Harry Potter Sebut Syuting Serial Berlangsung Brutal
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Pemerintah Siapkan Insentif untuk Pemilik Truk ODOL yang Mau Beralih ke Truk Standar
-
Review Serial The East Palace: Kisah Mistik Berdarah dari Kerajaan Joseon
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026 Sore Ini: Empat Tim Berebut Semifinal
-
Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi Minyak 2.068 BOPD dari Sumur Baru
-
Koperasi Desa Merah Putih: Dari Lokasi di Tempat 'Aneh' hingga Pengadaan Kipas Rp1,8 T