Tekno / Gadget
Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra hadir di Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Samsung merilis Galaxy Z Fold8 Series pada Kamis, 13 Agustus 2026, yang dijual di Indonesia mulai harga Rp28,499 juta.
  • Perangkat ini mengintegrasikan layar lipat, kamera hingga 8K, serta Galaxy AI untuk efisiensi kerja dan konten kreator.
  • Fitur Smart Switch memudahkan pengguna iOS memindahkan berbagai data penting secara nirkabel maupun menggunakan kabel tanpa aplikasi tambahan.

Suara.com - Kebutuhan terhadap smartphone semakin berubah. Smartphone yang hanya mengandalkan kamera bagus, prosesor kencang, atau RAM besar mulai terasa belum cukup bagi pengguna dengan aktivitas padat. 

Entrepreneur, pekerja profesional, hingga content creator kini membutuhkan perangkat yang bisa dipakai untuk meeting, mengolah dokumen, mencari ide, membuat konten, sampai mengedit video tanpa harus terus berpindah dari smartphone ke tablet atau laptop.

Di titik inilah kategori smartphone premium mulai bergeser. Nilai sebuah ponsel bukan lagi semata-mata ditentukan oleh spesifikasi, tetapi juga seberapa jauh perangkat tersebut bisa memangkas langkah dalam pekerjaan sehari-hari. 

Pendekatan inilah yang coba dibawa Samsung melalui Galaxy Z Fold8 Series, yang terdiri dari Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8.

Alih-alih hanya menjual layar besar atau desain lipat, Samsung menggabungkan form factor foldable, performa tinggi, kamera, serta Galaxy AI untuk menjadikan ponsel sebagai perangkat kerja sekaligus perangkat kreatif.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan kebutuhan terhadap smartphone premium kini sudah berkembang.

“Ekspektasi pengguna terhadap smartphone premium terus berkembang. Saat ini, mereka tidak hanya mencari performa tinggi, tetapi juga perangkat yang mampu mengikuti ritme aktivitas sehari-hari dengan lebih cerdas dan efisien," ujar dia dalam keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, integrasi antara perangkat keras dan AI menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.

“Karena itu, Galaxy Z Fold8 Series kami rancang dengan mengintegrasikan hardware premium dan Galaxy AI untuk membantu pengguna bekerja, berkreasi, dan menyelesaikan lebih banyak hal secara praktis dalam satu perangkat,” ujar Ilham.

Baca Juga: Apakah Virtual RAM pada HP Murah Berpengaruh pada Performa? Ini Rekomendasi Rp3 Jutaan

Bukan Sekadar HP Lipat, Layar Besar Jadi Ruang Kerja

Salah satu alasan Galaxy Z Fold8 menarik perhatian di kelas premium adalah konsep layarnya. Ketika dibuka, perangkat tidak lagi terasa seperti smartphone biasa.

Layar yang lebih luas memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Pada Galaxy Z Fold8 Ultra, pendekatan tersebut dibuat lebih maksimal. 

Samsung menempatkannya sebagai perangkat dengan kemampuan produktivitas tinggi bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja lebih luas, tetapi tetap ingin membawa satu perangkat dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara Galaxy Z Fold8 menawarkan bentuk yang lebih ringkas. Desainnya dibuat menyerupai bentuk paspor ketika digunakan dalam kondisi tertentu sehingga tetap nyaman digenggam dan dibawa.

Galaxy Z Fold8 juga tersedia dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB. Artinya, pengguna tidak hanya mendapatkan layar foldable, tetapi juga ruang dan kemampuan komputasi yang disiapkan untuk pekerjaan yang lebih berat.

Load More