Tekno / Tekno
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:08 WIB
LG CLOiD. [LG Electronics]
Baca 10 detik
  • LG dan NVIDIA menandatangani kerja sama di California pada 13 Agustus 2026 untuk mengembangkan robot humanoid dan AI.
  • LG berencana memperkenalkan robot humanoid bipedal generasi terbaru dengan teknologi AI NVIDIA kepada publik pada kuartal I 2027.
  • LG akan menguji robot CLOiD di pabrik Tennessee, Amerika Serikat, pada tahun 2026 sebelum diperkenalkan secara global.

“Peluang yang menentukan dari physical AI adalah memberikan setiap mesin kemampuan untuk memahami dunia nyata, bernalar, dan bertindak dengan aman bersama manusia,” kata Huang.

LG Tak Langsung Uji Robot di Rumah

Logo LG. [Suara.com/Dythia Novianty]

Sebelum robot digunakan lebih luas, LG akan mengujinya terlebih dahulu di lingkungan industri.

LG berencana menerapkan LG CLOiD, robot berbasis roda, pada lini produksi mesin cuci LG Electronics di Tennessee, Amerika Serikat, pada 2026.

Pengujian ini penting karena robot yang terlihat canggih di laboratorium belum tentu mampu bekerja secara konsisten di lingkungan pabrik yang sebenarnya.

Dari pengujian tersebut, LG akan mengevaluasi kemampuan dan manfaat robot sebelum memperluas penerapannya ke fasilitas produksi global, rumah, maupun ruang komersial.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan penting dalam pengembangan robot AI. Fokusnya bukan lagi sekadar membuat robot yang bisa berjalan atau berbicara, tetapi memastikan robot mampu bekerja dan beradaptasi di lingkungan nyata.

LG Bangun "Pabrik Data" untuk Melatih Robot

Ada satu bagian lain yang tak kalah penting, yakni data. LG dan NVIDIA akan mengembangkan robot data factory menggunakan LG CNS PhysicalWorks, platform data robotik milik LG.

Baca Juga: Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI

Platform tersebut akan digunakan untuk mengumpulkan data dari lingkungan nyata, menghasilkan data sintetis, melatih model AI, hingga melakukan verifikasi.

Sederhananya, semakin banyak robot berinteraksi dengan dunia nyata, semakin banyak pula data yang bisa dikumpulkan untuk memperbaiki kemampuan robot.

Data hasil pengujian di pabrik juga akan digunakan untuk memperkuat Robot Foundation Model (RFM) yang sedang dikembangkan LG sendiri.

LG tetap akan menggunakan NVIDIA Isaac GR00T, tetapi pada saat yang sama terus mengembangkan model AI internalnya.

Untuk memastikan proyek berjalan, LG dan NVIDIA akan membentuk tim gabungan yang berisi ahli teknologi dan bisnis. Tim ini akan menangani pengembangan, pengujian di lapangan, hingga tahap komersialisasi.

LG Siapkan AI Factory 80 MW

Ambisi LG tidak berhenti di robot. Perusahaan juga menyiapkan pembangunan AI Factory menggunakan arsitektur NVIDIA DSX. 

Teknologi tersebut akan dipadukan dengan kemampuan LG dalam infrastruktur pusat data, termasuk sistem pendinginan, kelistrikan, desain, hingga pengoperasian.

Pada paruh pertama 2027, LG berencana membangun fasilitas referensi AI Factory yang menggunakan NVIDIA Vera Rubin.

Setelah tahap tersebut, LG menargetkan pembangunan AI Factory berkapasitas 80 MW di Cheonan, Korea Selatan, pada paruh pertama 2028.

Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mengembangkan Physical AI dan Robot Foundation Models.

LG juga melihat proyek ini sebagai peluang bisnis baru. Setelah solusi AI Factory diuji dan tervalidasi, perusahaan berencana menawarkan paket infrastruktur "One LG" kepada pelanggan teknologi besar di pasar global.

AI Juga Dibawa ke Mobil

Logo NVIDIA. (ist)

Kerja sama LG dan NVIDIA juga merambah industri otomotif. LG berencana mengembangkan platform high-performance computing (HPC) untuk kendaraan generasi baru yang disebut AI-Defined Vehicle (AIDV).

Platform tersebut akan dibangun menggunakan NVIDIA DRIVE Hyperion dan menggabungkan kemampuan LG dalam sistem infotainment kendaraan serta perangkat lunak otomotif.

Jika selama ini kekuatan LG di industri otomotif banyak bertumpu pada sistem infotainment atau IVI, perusahaan kini ingin masuk lebih jauh ke teknologi kendaraan otonom.

Targetnya adalah menyediakan solusi bagi produsen mobil global yang menggabungkan kemampuan berkendara berbasis AI dengan layanan AI di dalam kabin.

Dari Robot, Pabrik hingga Mobil, LG Kejar Ekosistem Physical AI

Langkah LG menunjukkan bahwa persaingan AI mulai bergeser.

Perusahaan teknologi tidak lagi hanya berlomba membuat chatbot atau aplikasi AI. Pertarungan berikutnya adalah bagaimana AI bisa memahami dunia fisik dan mengambil tindakan di dalamnya.

Robot humanoid menjadi salah satu wujudnya. AI Factory menjadi infrastrukturnya, sementara kendaraan berbasis AI menjadi salah satu penerapan lainnya.

Bagi LG, kombinasi antara perangkat keras, manufaktur, energi, data, dan AI menjadi modal untuk membangun ekosistem tersebut

Ilustrasi AI. [Unsplash]

Jika rencana ini berjalan sesuai target, 2027 bisa menjadi titik penting bagi LG untuk memperkenalkan robot humanoid yang bukan hanya mampu bergerak, tetapi juga memiliki kemampuan AI untuk memahami dan merespons lingkungan sekitarnya.

Load More