- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
- Bencana alam tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia serta merusak sejumlah fasilitas publik dan rumah warga.
- Sebanyak 200 unit BTS telekomunikasi di sepuluh kabupaten dan kota terdampak mengalami gangguan massal akibat gempa.
Suara.com - Sabtu pagi yang tenang mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) (15/8/2026).
Tepat pukul 05.58 WITA (04.58 WIB), sebuah gempa bumi tektonik berkekuatan besar mengguncang wilayah Pulau Flores dan sekitarnya.
Guncangan gempa ini dirasakan sangat kuat hingga memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah, bahkan ribuan warga sempat mengungsi ke area perbukitan karena khawatir akan adanya ancaman gelombang tsunami.
Kronologi Gempa M 7,7 di Flores
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi dangkal ini memiliki kekuatan pemutakhiran magnitudo 7,7 dengan kedalaman pusat gempa sekitar 15 kilometer.
Titik koordinat pusat gempa berada di laut pada jarak sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Mengapa gempa ini bisa terjadi dengan kekuatan yang begitu dahsyat? Berdasarkan analisis dari pihak BMKG, aktivitas gempa ini dipicu oleh pergerakan sesar naik dari Sesar Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).
Sesar ini memang memiliki catatan sejarah kelam, termasuk gempa besar pada tahun 1992 silam yang memicu kerusakan parah.
Akibat guncangan utama tersebut, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir.
Baca Juga: Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
Gelombang tsunami kecil memang sempat terdeteksi di 10 area pesisir, dengan catatan tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, serta 0,54 meter di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Untungnya, setelah situasi dinilai aman dan tidak ada kenaikan air laut yang membahayakan, BMKG resmi mencabut peringatan tsunami tersebut pada pukul 07.30 WIB.
Hingga Sabtu siang, tercatat puluhan gempa susulan masih terus terjadi di sekitar area terdampak.
Update Jumlah Korban Jiwa dan Kerusakan Fisik
Guncangan kuat berskala VI MMI di Wolowae dan Kota Bajawa membuat dampak kerusakan tidak terhindarkan.
Berdasarkan data mutakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pukul 12.30 WIB, tercatat ada 14 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI