- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
- Bencana alam tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia serta merusak sejumlah fasilitas publik dan rumah warga.
- Sebanyak 200 unit BTS telekomunikasi di sepuluh kabupaten dan kota terdampak mengalami gangguan massal akibat gempa.
Selain korban jiwa, BNPB juga mengonfirmasi adanya 2 orang korban luka berat dan 11 orang luka ringan yang kini sedang dalam penanganan medis.
Kerusakan fisik juga terlihat jelas di beberapa fasilitas publik. Guncangan keras merobohkan tembok rumah warga, merusak bangunan komersial, hingga merobohkan ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka.
Tim darurat dari berbagai instansi kini terus berupaya melakukan evakuasi dan verifikasi data di lapangan karena kemungkinan jumlah dampak kerusakan masih bisa bertambah.
Ratusan BTS Lumpuh, Sinyal HP Terganggu
Bencana alam ini tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga melumpuhkan fasilitas komunikasi penting di NTT.
Sebanyak 200 unit BTS atau menara pemancar sinyal dilaporkan mengalami gangguan massal di 10 kabupaten dan kota terdampak.
Jumlah ini setara dengan sekitar 16,35 persen dari total menara pemancar yang ada di wilayah tersebut.
Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan pemadaman sinyal paling parah karena ada 51 BTS yang tumbang, disusul oleh Kabupaten Ende dengan 31 BTS, dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 BTS.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa gangguan jaringan ini dialami oleh tiga operator seluler raksasa, yaitu Telkomsel, XLsmart, dan Indosat.
Baca Juga: Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
Penyebab utamanya bervariasi, mulai dari terputusnya pasokan aliran listrik utama dari PLN, kerusakan pada sistem transmisi, hingga posisi BTS yang terlalu dekat dengan pusat gempa.
Saat ini, Komdigi terus berpacu dengan waktu menggunakan teknologi dashboard monitoring terpadu untuk mendeteksi kerusakan secara presisi agar sinyal komunikasi warga dan petugas penyelamat bisa segera pulih kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda
-
Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari