Tekno / Tekno
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Ilustrasi AI. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Kantar Indonesia melaporkan pada 20 Agustus 2026 di Jakarta bahwa delapan dari sepuluh konsumen Indonesia telah menggunakan kecerdasan buatan generatif.
  • Perubahan perilaku konsumen akibat teknologi kecerdasan buatan mendorong perusahaan seperti Telkomsel untuk menyederhanakan portofolio layanan mereka.
  • Kantar menyatakan bahwa perusahaan harus memperkuat diferensiasi brand agar dapat ditemukan dan direkomendasikan secara optimal dalam ekosistem kecerdasan buatan.

Menurutnya, preferensi dan kepercayaan harus bertemu melalui engagement dan experience. Dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia melalui teknologi digital dan AI, konsumen memiliki lebih banyak bahan untuk menilai sebuah brand sebelum menentukan pilihan.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi (kiri) dalam Onward by Kantar: Shape Indonesia's Future, Together yang digelar Kantar Indonesia di Jakarta, Kamis (20/8/2026). [Suara.com/Dythia]

Karena itu, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi satu arah. Pengalaman yang diberikan kepada konsumen juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang.

Temuan Kantar turut menunjukkan pentingnya diferensiasi. Brand dengan diferensiasi kuat memiliki peluang tumbuh hingga dua kali lebih besar dibandingkan kompetitornya.

Sementara itu, Senior Director - Brand Guidance Solutions Lead Kantar Indonesia Adji Saputro menilai perubahan teknologi dan perilaku konsumen justru membuka peluang baru bagi perusahaan.

“Ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti bertumbuh. Justru di tengah perubahan, brand yang memahami konsumennya lebih baik dan mampu membangun diferensiasi yang bermakna akan memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan masa depan,” jelas dia.

Dengan semakin berkembangnya AI Search dan penggunaan generative AI, persaingan brand ke depan tidak hanya terjadi di layar iklan atau mesin pencari.

Perusahaan juga harus memikirkan bagaimana brand mereka ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan dalam ekosistem AI.

Ini yang membuat perubahan teknologi menjadi lebih dari sekadar tren. Bagi bisnis, AI mulai menjadi bagian dari perubahan fundamental dalam cara konsumen mengambil keputusan.

Baca Juga: Dari Data hingga Terapi, Novo Nordisk Manfaatkan AI untuk Percepat Penemuan Obat

Load More