Tekno / Sains
Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi Pecahan Menjadi Desimal. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Pecahan dan bilangan desimal dapat menyatakan nilai yang sama, tetapi dituliskan dalam bentuk berbeda.
  • Contohnya, 1/2 = 0,5, sedangkan 0,75 dapat diubah kembali menjadi bentuk pecahan.
  • Mengubah pecahan ke desimal maupun sebaliknya dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana, lengkap dengan rumus, langkah, dan contoh soal.

Contoh Soal 1

Soal: Ubahlah 1/2 menjadi bilangan desimal!

Jawab:

1 ÷ 2 = 0,5

Jadi, 1/2 = 0,5.

Contoh Soal 2

Soal: Ubahlah 3/4 menjadi bilangan desimal!

Jawab:

3 ÷ 4 = 0,75

Jadi, 3/4 = 0,75.

Cara lainnya:

Baca Juga: Cara Menghitung Rata-Rata, Median, dan Modus: Lengkap dengan Rumus dan Contoh

3/4 = 75/100 = 0,75

Contoh Soal 3

Soal: Ubahlah 2/5 menjadi bilangan desimal!

Jawab:

Penyebut 5 dapat diubah menjadi 10 dengan mengalikannya dengan 2.

2/5 = 4/10 = 0,4

Jadi, 2/5 = 0,4.

Contoh Soal 4

Soal: Ubahlah 7/10 menjadi bilangan desimal!

Jawab:

Karena penyebutnya sudah 10, pembilang tinggal ditulis dalam bentuk desimal.

7/10 = 0,7

Jadi, 7/10 = 0,7.

Contoh Soal 5

Soal: Ubahlah 3/20 menjadi bilangan desimal!

Jawab:

Ubah penyebut 20 menjadi 100 dengan mengalikannya dengan 5.

3/20 = 15/100 = 0,15

Jadi, 3/20 = 0,15.

Cara Mengubah Bilangan Desimal Menjadi Pecahan dan Contoh Soal

Ilustrasi Pecahan Menjadi Desimal. (Gemini AI)

Untuk mengubah bilangan desimal menjadi pecahan, perhatikan jumlah angka di belakang koma.

Jika terdapat satu angka di belakang koma, gunakan penyebut 10. Jika terdapat dua angka, gunakan 100, sedangkan tiga angka menggunakan 1.000.

Setelah bilangan desimal diubah menjadi pecahan, pecahan tersebut dapat disederhanakan jika pembilang dan penyebutnya masih memiliki faktor persekutuan.

Cara Mengubah Desimal Menjadi Pecahan

Perhatikan contoh berikut:

0,5

Ada 1 angka di belakang koma, sehingga penyebutnya adalah 10.

0,5 = 5/10

Kemudian sederhanakan:

5/10 = 1/2

Jadi, 0,5 = 1/2.

Untuk bilangan dengan dua angka di belakang koma, gunakan penyebut 100.

Contohnya:

0,75 = 75/100 = 3/4

Sementara itu, jika terdapat tiga angka di belakang koma, gunakan penyebut 1.000.

Contohnya:

0,125 = 125/1.000 = 1/8

Cara ini digunakan untuk bilangan desimal yang memiliki jumlah angka di belakang koma terbatas.

Contoh Soal 1

Soal: Ubahlah 0,5 menjadi pecahan!

Jawab:

0,5 memiliki 1 angka di belakang koma, sehingga menggunakan penyebut 10.

0,5 = 5/10

Sederhanakan:

5/10 = 1/2

Jadi, 0,5 = 1/2.

Contoh Soal 2

Soal: Ubahlah 0,75 menjadi pecahan!

Jawab:

0,75 memiliki 2 angka di belakang koma.

0,75 = 75/100

Sederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan 25:

75 ÷ 25 = 3

100 ÷ 25 = 4

Jadi, 0,75 = 3/4.

Contoh Soal 3

Soal: Ubahlah 0,4 menjadi pecahan!

Jawab:

0,4 memiliki 1 angka di belakang koma.

0,4 = 4/10

Sederhanakan:

4/10 = 2/5

Jadi, 0,4 = 2/5.

Contoh Soal 4

Soal: Ubahlah 0,25 menjadi pecahan!

Jawab:

0,25 memiliki 2 angka di belakang koma.

0,25 = 25/100

Sederhanakan dengan membagi 25:

25 ÷ 25 = 1
100 ÷ 25 = 4

Jadi, 0,25 = 1/4.

Contoh Soal 5

Soal: Ubahlah 1,5 menjadi pecahan!

Jawab:

1,5 memiliki 1 angka di belakang koma, sehingga penyebutnya adalah 10.

1,5 = 15/10

Sederhanakan dengan membagi 5:

15 ÷ 5 = 3
10 ÷ 5 = 2

Jadi, 1,5 = 3/2 atau 1 1/2.

Tips Mudah Mengingat

Agar tidak mudah lupa, ingat dua langkah sederhana berikut:

  • Pecahan → desimal: lakukan pembagian pembilang dengan penyebut.
  • Desimal → pecahan: hilangkan koma, kemudian gunakan 10, 100, atau 1.000 sebagai penyebut sesuai jumlah angka di belakang koma, lalu sederhanakan.

Dengan memahami dua cara tersebut, mengubah pecahan menjadi desimal maupun sebaliknya sebenarnya tidak terlalu sulit.

Kuncinya adalah teliti saat melakukan pembagian dan jangan lupa menyederhanakan pecahan pada hasil akhirnya.

Load More