- Indodana Fintech telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 2,1 juta pengguna di Indonesia melalui teknologi.
- Perusahaan meraih penghargaan Infobank Financial Technology Award 2026 berkat manajemen risiko yang ketat.
- Penerapan prinsip kehati-hatian dilakukan untuk menjaga kualitas operasional dan keberlanjutan bisnis pembiayaan digital.
Suara.com - Teknologi semakin mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Fintech lending tidak hanya menawarkan proses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat, tetapi juga dituntut mampu menjaga kualitas penyaluran di tengah jumlah pengguna yang terus bertambah.
Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi) mencatat telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 2,1 juta pengguna di Indonesia.
Pertumbuhan tersebut berjalan dengan pendekatan yang menempatkan teknologi, manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai bagian penting dalam layanan pembiayaan digital.
Perusahaan meraih predikat The Excellent Performance Financial Technology Company 2026 untuk kelompok aset Rp100 miliar hingga di bawah Rp500 miliar dalam ajang Infobank Financial Technology Award 2026.
Direktur Utama PT Artha Dana Teknologi, Ronny Wijaya mengatakan pengembangan layanan pembiayaan digital tidak bisa hanya mengejar pertumbuhan pengguna.
“Kami selalu berfokus untuk memberikan solusi keuangan dan menjaga pertumbuhan positif secara berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa penerapan manajemen risiko yang ketat dan kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat serta mempertahankan kinerja bisnis yang sehat,” jelas Ronny.
Teknologi Buka Akses Pembiayaan Lebih Luas
Sebagai platform fintech lending, Indodana Fintech memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendanaan. Pendekatan ini menyasar masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau industri perbankan tradisional.
Pembiayaan yang disalurkan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga mencakup kebutuhan produktif seperti modal usaha serta membantu perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga.
Namun, semakin luas akses pembiayaan digital, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan penyaluran dilakukan secara bertanggung jawab.
Karena itu, penerapan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi bagian dari operasional perusahaan.
Fintech Tak Lagi Sekadar Soal Cepat
Perkembangan industri fintech menunjukkan bahwa kemudahan dan kecepatan bukan lagi satu-satunya ukuran layanan digital.
Kemampuan mengelola risiko, menjaga kualitas operasional, serta membangun keberlanjutan menjadi faktor penting ketika layanan menjangkau jutaan pengguna.
Hal tersebut tercermin dalam Infobank Financial Technology Award 2026. Penilaian terhadap perusahaan fintech tidak hanya melihat pertumbuhan bisnis, tetapi juga kualitas operasional, manajemen risiko, dan keberlanjutan usaha.