- Pembeli dapat menghitung besaran nominal potongan harga menggunakan rumus perkalian antara persentase diskon dan harga awal.
- Harga akhir setelah mendapatkan potongan dapat diketahui dengan mengurangkan harga awal dengan jumlah nominal diskon.
- Perhitungan diskon ganda dilakukan secara bertahap karena diskon kedua memotong harga yang sudah dikurangi diskon pertama.
Misalnya, harga awal sebuah tas adalah Rp200.000 dan nominal diskonnya Rp40.000. Maka:
Rp200.000 − Rp40.000 = Rp160.000
Jadi, harga akhir tas setelah mendapatkan diskon adalah Rp160.000.
3. Cara Cepat Menghitung Harga Setelah Diskon
Ada cara yang lebih singkat jika ingin langsung mengetahui harga akhir tanpa menghitung nominal diskon terlebih dahulu.
Rumusnya:
Harga setelah diskon = (100% − persentase diskon) × harga awal
Sebagai contoh, sebuah sepatu seharga Rp500.000 mendapatkan diskon 20 persen. Persentase harga yang masih harus dibayar adalah 100% − 20% = 80%.
Maka:
80% × Rp500.000 = Rp400.000
Dengan demikian, harga sepatu setelah diskon adalah Rp400.000. Cara cepat seperti ini juga dapat digunakan untuk berbagai persentase diskon lainnya.
Contoh Cara Menghitung Diskon dan Harga Akhir Setelah Diskon
Agar lebih mudah memahami rumus di atas, berikut beberapa contoh soal beserta cara mengerjakannya.
Contoh 1: Diskon 10 Persen
Soal: Sebuah baju memiliki harga awal Rp150.000 dan mendapatkan diskon 10 persen. Berapa besar potongan dan harga yang harus dibayar?
Penyelesaian:
Besar diskon:
10% × Rp150.000 = Rp15.000
Harga setelah diskon:
Rp150.000 − Rp15.000 = Rp135.000
Jadi, potongan harga yang didapatkan adalah Rp15.000, sedangkan harga akhir baju menjadi Rp135.000.
Contoh 2: Diskon 25 Persen
Soal: Sebuah tas dijual dengan harga Rp400.000 dan mendapatkan diskon 25 persen. Berapa harga tas setelah diskon?
Penyelesaian:
Besar diskon:
25% × Rp400.000 = Rp100.000
Kemudian, kurangi harga awal dengan nominal diskon:
Rp400.000 − Rp100.000 = Rp300.000
Jadi, pembeli mendapatkan potongan sebesar Rp100.000 dan cukup membayar Rp300.000.
Contoh 3: Diskon 35 Persen
Soal: Sebuah jaket memiliki harga Rp600.000. Saat promo, jaket tersebut mendapatkan diskon 35 persen. Berapa harga akhirnya?
Penyelesaian:
Hitung terlebih dahulu besar diskonnya:
35% × Rp600.000 = Rp210.000
Setelah itu, hitung harga akhirnya:
Rp600.000 − Rp210.000 = Rp390.000
Jadi, harga jaket setelah diskon adalah Rp390.000, dengan nominal potongan sebesar Rp210.000.
Contoh 4: Menghitung Harga Akhir dengan Cara Cepat
Soal: Sebuah sepatu seharga Rp750.000 mendapatkan diskon 20 persen. Berapa harga setelah diskon?
Untuk menggunakan cara cepat, cari terlebih dahulu persentase harga yang harus dibayar:
100% − 20% = 80%
Kemudian:
80% × Rp750.000 = Rp600.000
Jadi, harga akhir sepatu adalah Rp600.000.
Contoh 5: Diskon Ganda 20% + 10%
Diskon ganda perlu diperhatikan karena 20% + 10% bukan berarti total diskonnya 30% dari harga awal. Diskon kedua dihitung berdasarkan harga yang sudah dikurangi oleh diskon pertama.
Soal: Sebuah tas seharga Rp1.000.000 mendapatkan diskon 20% + 10%. Berapa harga akhirnya?
Penyelesaian:
Diskon pertama:
20% × Rp1.000.000 = Rp200.000
Harga setelah diskon pertama:
Rp1.000.000 − Rp200.000 = Rp800.000
Kemudian, hitung diskon kedua berdasarkan harga Rp800.000:
10% × Rp800.000 = Rp80.000
Harga akhir:
Rp800.000 − Rp80.000 = Rp720.000
Jadi, harga tas setelah mendapatkan diskon ganda 20% + 10% adalah Rp720.000. Artinya, total potongan yang sebenarnya adalah Rp280.000 atau setara dengan 28% dari harga awal, bukan 30%.
Contoh 6: Menghitung Diskon dari Total Belanja
Soal: Rina membeli tiga produk dengan harga masing-masing Rp50.000, Rp75.000, dan Rp125.000. Seluruh belanja mendapatkan diskon 15 persen. Berapa total yang harus dibayar Rina?
Pertama, jumlahkan seluruh harga barang:
Rp50.000 + Rp75.000 + Rp125.000 = Rp250.000
Kemudian, hitung nominal diskon:
15% × Rp250.000 = Rp37.500
Terakhir, kurangi total harga dengan nominal diskon:
Rp250.000 − Rp37.500 = Rp212.500
Jadi, Rina mendapatkan potongan sebesar Rp37.500 dan harus membayar Rp212.500.
Dari berbagai contoh tersebut, cara menghitung diskon sebenarnya cukup sederhana. Pertama, tentukan harga awal dan persentase diskon, kedua hitung nominal potongan, lalu kurangi harga awal dengan nominal tersebut untuk mendapatkan harga akhir.
Jika ingin lebih cepat, harga akhir juga dapat dihitung dengan mengalikan harga awal dengan persentase yang tersisa setelah diskon.
Namun, untuk diskon ganda seperti 20% + 10%, perhitungannya harus dilakukan secara bertahap karena diskon kedua dikenakan pada harga yang sudah dipotong oleh diskon pertama.