- Materi matematika sekolah membahas perbedaan juring dan tembereng yang sering membingungkan siswa pada geometri lingkaran.
- Juring merupakan daerah lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan satu buah busur.
- Tembereng adalah wilayah di dalam lingkaran yang dibatasi secara langsung oleh sebuah busur dan tali busur.
Suara.com - Saat memperhatikan bentuk piring makan, koin logam, atau jam dinding di rumah, kita sedang melihat contoh nyata dari bangun datar dua dimensi bernama lingkaran.
Dalam pelajaran matematika di sekolah dasar maupun menengah, geometri lingkaran merupakan salah satu materi penting yang selalu muncul dalam ujian.
Namun, dari sekian banyak unsur pembentuknya, dua bagian luasan yang paling sering membuat siswa bingung adalah juring dan tembereng.
Sekilas keduanya tampak mirip karena sama-sama merupakan daerah permukaan di dalam lingkaran, tetapi struktur garis pembatas serta cara menghitung nilainya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.
Sebelum membedakan kedua wilayah tersebut, penting untuk mengenali unsur-unsur dasar pembentuk lingkaran agar istilah matematika yang digunakan terasa lebih akrab.
Secara teoretis, lingkaran adalah kurva melengkung tertutup yang semua titiknya berjarak sama dari satu titik pusat. Garis lurus yang terbentang dari titik pusat menuju garis tepi lingkaran disebut jari-jari atau radius.
Sementara itu, diameter atau garis tengah adalah garis lurus yang membelah lingkaran menjadi dua sisi seimbang melalui titik pusat.
Selain jari-jari dan diameter, ada busur yang merupakan garis lengkung di tepi lingkaran, serta tali busur yaitu garis lurus di dalam lingkaran yang menghubungkan dua titik pada keliling tanpa melewati titik pusat.
Memahami Bentuk dan Elemen Pembatas Juring vs Tembereng
Letak perbedaan utama antara juring dan tembereng bisa kita kenali secara langsung melalui jenis garis yang mengapit atau membatasi wilayahnya.
Juring lingkaran didefinisikan sebagai daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan satu buah busur yang diapit oleh kedua jari-jari tersebut.
Titik sudut dari juring selalu terletak pada titik pusat lingkaran. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk juring sangat akrab dengan kita karena menyerupai sepotong piza atau kue ulang tahun yang dipotong lurus dari bagian tengah menuju ke tepi luar.
Berdasarkan luas wilayahnya, juring dibagi menjadi dua kategori. Daerah juring yang diapit oleh busur kecil dinamakan juring kecil, sedangkan daerah yang diapit oleh busur besar dinamakan juring besar.
Bahkan, seluruh isi cakram lingkaran secara teknis dianggap sebagai juring terbesar.
Sebaliknya, tembereng lingkaran adalah daerah di dalam lingkaran yang berada dan dibatasi di antara sebuah busur dan tali busur.
Berbeda dengan juring, wilayah tembereng tidak menyentuh titik pusat lingkaran sama sekali karena batas bawahnya dipotong lurus oleh tali busur.
Gambaran visual paling sederhana dari tembereng dapat dilihat pada bentuk ruang kecil di antara lengkungan busur panah dengan tali penariknya.
Seperti halnya juring, tembereng juga dikelompokkan menjadi tembereng kecil apabila dibatasi busur kecil dan tembereng besar jika dibatasi oleh busur besar.
Perbedaan Rumus Luas Juring dan Luas Tembereng
Karena garis pembatasnya berbeda, metode dan rumus matematika untuk menghitung luas juring dan tembereng pun tidak sama. Hasil perhitungan keduanya disajikan dalam satuan luas seperti sentimeter persegi.
Perhitungan luas juring dilakukan dengan memanfaatkan konsep perbandingan antara besar sudut pusat juring dengan sudut total satu lingkaran utuh sebesar 360 derajat.
Rumusnya diperoleh dengan mengalikan proporsi sudut pusat tersebut dengan luas lingkaran secara keseluruhan. Secara matematis, rumus luas juring dituliskan sebagai:
Luas Juring = (Sudut Pusat : 360 derajat) x pi x r kuadrat.
Di sisi lain, perhitungan luas tembereng membutuhkan proses yang sedikit lebih panjang. Karena tembereng merupakan bagian juring yang terpotong oleh tali busur, maka untuk mengetahui luas daerahnya kita harus mengurangkan luas juring dengan luas segitiga yang terbentuk di dalam juring tersebut.
Persamaan matematisnya dituliskan sebagai:
Luas Tembereng = Luas Juring - Luas Segitiga.
Dengan mencermati garis pembatas serta langkah perhitungannya, kita kini tidak perlu ragu lagi dalam mengidentifikasi maupun menghitung luas juring dan tembereng pada lingkaran.