Rencana pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memproduksi bensin batubara menjadi sorotan publik. Secara teknis, pengolahan bensin batubara dilakukan melalui teknologi Coal-to-Liquid (CTL), di mana batubara diubah menjadi gas sintesis (syngas), diproses menjadi metanol, hingga akhirnya dikonversi menjadi bensin cair.
Janji Prabowo dan Ambisi Kemandirian Energi
Suara.com - Rencana pembuatan bensin batubara kembali mengemuka setelah ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Keinginan ini didasari oleh semangat memperkuat ketahanan energi nasional serta memangkas ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini diambil menyusul keberhasilan implementasi program biodiesel B50 (campuran minyak sawit 50 persen) yang diklaim berhasil menghentikan impor solar dari luar negeri sejak 1 Juli 2026.
Belajar dari keberhasilan pengolahan kelapa sawit, pemerintah optimistis dapat memanfaatkan cadangan batubara melimpah di dalam negeri sebagai bahan baku pembuatan bensin.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut menegaskan bahwa batubara berkalori rendah dapat diolah menjadi minyak maupun gas demi menjaga ketersediaan energi di tengah gejolak geopolitik dunia.
Tahapan dan Proses Pembuatan Bensin Batubara
Secara rekayasa industri, konversi batubara padat menjadi cairan bensin batubara dikenal dengan istilah teknologi Coal-to-Liquid (CTL).
Proses pembuatan bensin batubara ini umumnya melalui beberapa tahapan utama.
Berikut penjelasan prosesnya seperti Suara.com kutip dari UK Center for Applied Energy Research:
Gasifikasi Batubara
Batubara padat dimasukkan ke dalam reaktor (gasifier) lalu direaksikan dengan oksigen dan uap air pada suhu serta tekanan tinggi. Proses ini mengubah batubara menjadi gas sintesis (syngas) yang mengandung karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2).
Pembersihan Gas (Gas Cleaning)
Gas sintesis yang dihasilkan kemudian dibersihkan dari berbagai kandungan pengotor seperti sulfur, merkuri, dan zat pengotor lainnya.
Konversi Menjadi Metanol: Syngas murni yang telah bersih diproses lebih lanjut secara kimiawi hingga menghasilkan senyawa metanol.
Sintesis Bensin (Methanol-to-Gasoline)
Cairan metanol tersebut kemudian diolah kembali melalui rantai reaksi lanjutan untuk menghasilkan bensin cair (gasoline). Selain jalur metanol, syngas juga dapat dikonversi langsung menjadi bahan bakar cair menggunakan reaktor katalis khusus (Fischer-Tropsch synthesis).
Bukti Global dan Tantangan Keekonomian di Indonesia
Secara teknologi, pembuatan bensin batubara bukanlah hal baru dan sudah terbukti secara komersial di tingkat internasional.
Negara seperti Afrika Selatan telah lama mengoperasikannya melalui perusahaan Sasol Ltd, sementara Tiongkok juga membangun basis konversi batubara raksasa di wilayah Mongolia Dalam.
Namun, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) mengingatkan bahwa tantangan utama di Indonesia bukan masalah ketersediaan teknologi, melainkan aspek keekonomian.
Pembuatan bensin batubara membutuhkan biaya modal (capital expenditure) dan biaya operasional yang sangat raksasa.
Hal ini terbukti dari mundurnya perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, dari proyek Dimethyl Ether (DME) batubara di Indonesia beberapa waktu lalu karena alasan keekonomian.
Untuk mengatasi hambatan pendanaan yang tinggi tersebut, PERHAPI menyarankan agar pemerintah melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna menggalang pendanaan awal bersama BUMN.
Kolaborasi antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai penyedia bahan baku batubara dan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola energi dinilai dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk menguji kelayakan teknis sekaligus keekonomian bensin batubara sebelum menggaet investor swasta.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Bagaimana ringkasan proses pembuatan bensin batubara?
A: Batubara direaksikan dengan oksigen dan uap air menjadi syngas, dibersihkan dari pengotor, diubah menjadi metanol, lalu diproses kembali menjadi bensin cair.
Q: Mengapa Presiden Prabowo merencanakan pembuatan bensin batubara?
A: Rencana ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menghentikan impor BBM dengan memanfaatkan cadangan batubara domestik yang melimpah.
Q: Apa hambatan terbesar pengembangan bensin batubara di Indonesia?
A: Hambatan terutamanya terletak pada aspek keekonomian karena membutuhkan biaya investasi (capex) serta biaya operasional yang sangat tinggi.