- Harman International menghapus lebih dari 500.000 tautan produk ilegal dan palsu di marketplace kawasan Asia Pasifik sepanjang 2025.
- Aparat setempat bersama Harman menyita berbagai produk palsu JBL di Korea Selatan dan Thailand selama paruh pertama 2026.
- Harman menjalankan kampanye edukasi media sosial untuk membantu konsumen mengenali produk JBL palsu serta menghindari risikonya.
Selain penegakan hukum, Harman juga mulai memperkuat upaya dari sisi konsumen. Kampanye edukasi anti-barang palsu melalui media sosial tingkat regional.
Kampanye ini ditujukan untuk membantu konsumen mengenali produk JBL tiruan sekaligus memahami risiko yang dapat muncul.
Konsumen juga diberikan panduan untuk memverifikasi keaslian produk serta diingatkan agar membeli JBL melalui distributor resmi dan kanal online terpercaya.
Harman menilai harga yang terlalu murah dan penjual yang tidak terverifikasi dapat menjadi salah satu indikasi produk palsu.
Barang Palsu Bisa Ganggu Performa
Produk JBL asli dirancang dan diuji untuk memenuhi standar kualitas, performa, dan keselamatan. Sebaliknya, produk palsu dapat menggunakan komponen berkualitas rendah dan tidak melalui proses kendali mutu yang sama.
Kondisi tersebut berpotensi membuat performa dan keandalan produk menurun, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan.
Menurut Grace, perbedaan juga terlihat dari ekosistem perangkat JBL.
“Selain menyajikan kualitas suara yang luar biasa, produk asli JBL dirancang untuk bekerja secara mulus (seamless) dalam ekosistem JBL,” tambahnya.
Melalui aplikasi resmi JBL, pengguna produk asli dapat mengakses sejumlah fitur seperti personalisasi pengaturan EQ, stereo pairing, dan Playtime Boost.
Fitur-fitur tersebut menjadi bagian dari pengalaman penggunaan perangkat JBL yang menurut Harman tidak dapat direplikasi dengan baik oleh produk tiruan.