Indosat Kejar Bisnis AI, Zankore 200 MW dan 86.000 Km Fiber Jadi Fondasinya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:03 WIB
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (kiri) dan Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti. [Indosat]
BACA 10 DETIK
  • Indosat memperluas ekosistem kecerdasan artifisial melalui strategi AI North Star setelah perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha.
  • Perusahaan menyiapkan Zankore berkapasitas komputasi 200 MW dan jaringan fiber RAIA Grid sepanjang 86.000 kilometer.
  • Indosat menargetkan pemberdayaan dua juta talenta digital pada tahun 2030 guna mendukung inovasi kecerdasan artifisial.

Suara.com - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) mulai memperluas pijakannya di bisnis kecerdasan artifisial (AI). Perusahaan tidak hanya membangun kapasitas komputasi, tetapi juga menyiapkan jaringan dan talenta untuk membentuk ekosistem AI yang bisa digunakan pelaku usaha hingga masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kelanjutan strategi AI North Star Indosat setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO pada 29 September 2026.

Di fase berikutnya, Indosat ingin mengembangkan AI dari sekadar infrastruktur menjadi ekosistem yang mencakup infrastruktur, cloud, platform, hingga solusi berbasis AI.

Fondasi untuk ambisi tersebut mulai dibangun melalui Zankore dan RAIA Grid.

Zankore Siapkan Kapasitas Komputasi 200 MW

Indosat menyebut Zankore telah memperkuat kapabilitas komputasi perusahaan melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas mencapai 200 MW.

Kapasitas tersebut menjadi bagian dari fondasi AI Factory yang disiapkan untuk mengubah kebutuhan komputasi AI menjadi layanan dan nilai ekonomi.

Dengan kapasitas komputasi yang semakin besar, Indosat dapat membangun infrastruktur yang mendukung berbagai kebutuhan AI, mulai dari training, inference, pengembangan model, hingga pemanfaatan AI oleh pelaku usaha dan pengembang.

Langkah ini menunjukkan bahwa Indosat tidak hanya melihat AI sebagai fitur tambahan dalam layanan telekomunikasi, tetapi mulai menyiapkan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan kebutuhan komputasi AI.

86.000 Km Fiber Jadi Jalur AI

Kapasitas komputasi saja tidak cukup. AI membutuhkan konektivitas untuk menghubungkan data center, cloud, perusahaan, pengembang, hingga pengguna.

Untuk kebutuhan tersebut, Indosat mengandalkan RAIA Grid yang didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer.

Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan kombinasi komputasi dan konektivitas, Indosat ingin membangun fondasi yang memungkinkan layanan AI tidak hanya terkonsentrasi pada pusat data, tetapi dapat diakses lebih luas.

Kedua infrastruktur tersebut kemudian menjadi bagian dari ekosistem AI Indosat yang lebih besar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com