- Indosat memperluas ekosistem kecerdasan artifisial melalui strategi AI North Star setelah perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha.
- Perusahaan menyiapkan Zankore berkapasitas komputasi 200 MW dan jaringan fiber RAIA Grid sepanjang 86.000 kilometer.
- Indosat menargetkan pemberdayaan dua juta talenta digital pada tahun 2030 guna mendukung inovasi kecerdasan artifisial.
AI Tidak Berhenti di Data Center
Indosat melihat pengembangan AI bukan hanya soal seberapa besar kapasitas komputasi yang tersedia.
Perusahaan juga ingin mengubah kapasitas tersebut menjadi solusi yang dapat digunakan secara nyata oleh dunia usaha dan masyarakat.
Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan akan memperluas implementasi strategi AI North Star pada fase berikutnya.
“Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” jelas Reski dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).
Karena itu, Indosat ingin membangun rantai teknologi AI secara lebih menyeluruh, mulai dari infrastruktur hingga platform dan solusi.
Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menyediakan akses teknologi AI kepada bisnis dan pengembang yang tidak memiliki kemampuan membangun infrastruktur komputasi sendiri.
Kejar 2 Juta Talenta Digital
Selain infrastruktur, Indosat juga menempatkan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari strategi AI.
Perusahaan memiliki ambisi untuk memberdayakan hingga 2 juta talenta digital pada 2030.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Fokusnya mencakup penguatan riset AI, mendorong inovasi, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan begitu, ekspansi AI tidak hanya diarahkan untuk membangun kapasitas mesin, tetapi juga memastikan Indonesia memiliki tenaga yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut.
AI-RAN Dibidik Lebih Efisien
Indosat juga mulai menguji penerapan AI pada sisi jaringan melalui AI-RAN. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu membuat jaringan lebih efisien dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam pengelolaan infrastruktur.
Dalam uji coba yang dilakukan, AI-RAN dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya Indosat membangun ekosistem AI yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga lebih efisien dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, strategi tersebut memperlihatkan arah baru Indosat. Perusahaan tidak hanya ingin menyediakan koneksi, tetapi juga membangun lapisan infrastruktur yang memungkinkan ekonomi berbasis AI berkembang di Indonesia.
Zankore dengan kapasitas 200 MW menjadi fondasi komputasinya, sementara RAIA Grid dengan jaringan fiber 86.000 kilometer menjadi infrastruktur konektivitasnya.
Di atas fondasi tersebut, Indosat masih perlu membangun platform, solusi, serta talenta agar kapasitas AI yang disiapkan dapat benar-benar berubah menjadi bisnis dan manfaat bagi masyarakat.