AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB
President Director and CEO IOH, Vikram Sinha (kiri) Chairman, President, dan CEO F5, François Locoh dalam kolaborasi Indosat dengan F5 membentuk Indosat Intelligence Suite. [Indosat]
BACA 10 DETIK
  • Indosat Ooredoo Hutchison dan F5 meluncurkan Indosat Intelligence Suite di Singapura pada 9 Oktober 2026.
  • Platform tersebut mengintegrasikan lebih dari 300 model AI dalam satu layanan untuk membantu operasional perusahaan.
  • Inisiatif ini menargetkan 50 bisnis guna memperluas penerapan AI secara aman dan terkendali.

"Dengan demikian, bisnis dapat mengakses, mengarahkan, mengukur, dan mengelola penggunaan AI di berbagai model tanpa perlu membangun dan mengelola sendiri setiap lapisan infrastruktur yang mendasarinya,” jelas François Locoh-Donou.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam kolaborasi Indosat dengan F5 membentuk Indosat Intelligence Suite. [Indosat]

Biaya dan Keamanan Jadi Perhatian

Untuk membantu perusahaan mengendalikan pengeluaran, platform ini mengubah penggunaan token menjadi kredit yang dapat dialokasikan ke berbagai model, aplikasi, dan tim.

Tersedia tiga skema layanan, yakni Pay as You Go, Unified Enterprise Credit, dan Dedicated Capacity.

Dari sisi infrastruktur, F5 BIG-IP Next for Kubernetes mendukung isolasi antar-tenant dan perlindungan container.

Teknologi load balancing yang memperhitungkan penggunaan GPU juga dirancang untuk mengoptimalkan latensi, termasuk Time to First Token (TTFT), serta meningkatkan throughput token.

F5 AI Security turut diintegrasikan untuk membantu melindungi sistem dari ancaman yang tercakup dalam OWASP Top 10 untuk LLM, kebocoran data, dan ancaman AI lainnya.

Bagi perusahaan yang memiliki aturan ketat mengenai lokasi pemrosesan data, Sahabat-AI dan model yang dihosting Indosat dapat memproses beban kerja di negara tempat organisasi beroperasi.

Kebijakan tertentu juga dapat mengatur permintaan yang boleh diteruskan ke model global.

Chief Revenue Officer F5, Chad Whalen, menilai pengelolaan tersebut penting agar perusahaan dapat membawa AI dari tahap uji coba ke penggunaan nyata.

“Banyak perusahaan masih kesulitan membawa AI dari tahap uji coba ke produksi karena mereka harus menyeimbangkan kebutuhan untuk berinovasi secara cepat dengan kedaulatan, tata kelola, dan kepastian biaya,” ujarnya.

Ilustrasi AI. (Pixabay.com/tungnguyen0905)

Ia melihat, dengan menggabungkan platform dan jangkauan Indosat di pasar serta pengalaman F5 dalam mengamankan workload dan API AI dalam skala besar, perusahaan dapat membantu di seluruh kawasan memanfaatkan teknologi AI yang tepercaya, aman, dan dioptimalkan sesuai kebutuhan mereka.

Bidik 50 Perusahaan

Saat diluncurkan, Indosat Intelligence Suite menargetkan 50 bisnis dan organisasi, mulai dari pengembang dan perusahaan yang sedang berkembang hingga perusahaan besar, instansi pemerintah, serta sektor teregulasi. Harga promosi untuk akses awal tersedia sepanjang tahun.

Platform ini menjadi kelanjutan strategi Indosat dalam membangun ekosistem AI yang mencakup energi, pusat data, komputasi, konektivitas, dan model AI.

Indosat Intelligence Suite tersedia melalui intelligencesuite-ai.ioh.co.id. Perusahaan dapat melihat katalog model, informasi harga, dokumentasi, dan mengajukan permintaan akses.

Dengan menggabungkan ratusan model dalam satu platform, Indosat dan F5 berupaya menyederhanakan pengelolaan AI bagi perusahaan.

Tantangannya bukan hanya memilih model yang tepat, tetapi juga memastikan biaya, keamanan, dan kinerjanya tetap terkendali saat penggunaan AI diperluas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com