Indonesia Cari Jalan Cepat Kejar AS China di Sektor Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:28 WIB
Menkomdigi, Meutya Hafid (tengah) dalam jumpa pers BTW 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [Suara.com/Dythia]
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah Indonesia menilai momentum transformasi digital nasional sangat tepat untuk mengurangi ketertinggalan teknologi dari Amerika Serikat dan China.
  • Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan disrupsi teknologi dan geopolitik global di Jakarta, Selasa (13/10/2026), membuka peluang emas bagi Indonesia.
  • Ajang Bali Tech Week didorong menjadi strategi agar Indonesia bertransformasi dari sekadar pasar menjadi pemain kunci teknologi global.

Suara.com - Di tengah sengitnya kompetisi teknologi dunia dan ketidakpastian geopolitik global, Indonesia melihat celah besar untuk melesat maju.

Pemerintah menilai percepatan transformasi digital nasional kini berada di momentum yang paling tepat (timely) untuk memangkas jarak dari dua raksasa teknologi dunia: Amerika Serikat dan China.

Dua faktor utama yang kini tengah dihadapi Indonesia adalah laju disrupsi teknologi yang sangat cepat serta dinamika lanskap geopolitik global yang dinamis. 

Namun, alih-alih menjadi hambatan, kombinasi kedua faktor ini justru membuka peluang emas bagi ekosistem digital tanah air.

Memanfaatkan Celah Disrupsi Global

Pergerakan geopolitik saat ini mendorong banyak investor dan perusahaan global mencari negara alternatif sebagai basis investasi baru. 

Ilustrasi Digitalisasi. [Pixabay]

Di sisi lain, disrupsi teknologi terbukti sering kali menguntungkan negara-negara di luar kekuatan Big Two (Amerika Serikat dan China).

Kondisi ini memberi Indonesia kesempatan untuk mengambil "jalur cepat" (shortcut) guna menyeimbangkan posisinya dalam percaturan digitalisasi global.

"Setiap disrupsi tentu menguntungkan, terutama bagi negara-negara yang selama ini dianggap bukan big two dalam percaturan digitalisasi. Disrupsi ini membuat kita justru bisa memotong jalur, ibaratnya lewat jalur cepat, dan kita bisa maju ke depan untuk mem-balance posisi kita selama ini," beber Menkomdigi, Meutya Hafid dalam jumpa pers BTW 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Bali Tech Week Jadi Pendorong Utama

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Gelaran Bali Tech Week diharapkan menjadi wadah strategis yang mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.

"Melalui ajang ini, posisi Indonesia tidak hanya didorong sebagai pasar pengguna, tetapi juga sebagai pemain kunci yang memiliki posisi tawar kuat dalam kancah transformasi digital dunia," katanya.

Dengan momentum yang tepat dan strategi percepatan yang terarah, Indonesia optimistis mampu menaikkan kelasnya di pangsa pasar teknologi global.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com