AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi AI. [Unsplash]
BACA 10 DETIK
  • NEC Indonesia memperkenalkan teknologi berbasis AI yaitu SIAT dan WPR di Jakarta pada Oktober 2026.
  • Solusi SIAT dan WPR bertujuan untuk mendeteksi gangguan mesin serta meningkatkan efisiensi proses kerja manufaktur.
  • NEC Indonesia berkolaborasi dengan mitra strategis guna mendukung percepatan transformasi digital sektor industri nasional.

Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran lebih jauh di pabrik, bukan hanya untuk mengotomatisasi pekerjaan, tetapi juga membantu perusahaan mendeteksi potensi gangguan mesin dan menemukan cara kerja yang lebih efisien.

NEC Indonesia membawa dua teknologi berbasis AI untuk kebutuhan tersebut, yakni System Invariant Analysis Technology (SIAT) dan Work Process Recognition (WPR).

Kedua solusi itu diperkenalkan NEC Indonesia dalam ajang Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 13–14 Oktober 2026.

Melalui teknologi ini, perusahaan ingin membantu industri manufaktur meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing di tengah percepatan transformasi digital.

SIAT dirancang untuk mendeteksi anomali pada sistem industri. Teknologi ini dapat membantu perusahaan mengenali kondisi yang menyimpang dari pola normal sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.

Hasil analisisnya mendukung pemeliharaan prediktif dan preskriptif, sehingga perusahaan memiliki dasar untuk menentukan langkah perawatan sebelum masalah berkembang menjadi gangguan operasional yang lebih besar.

Bagi industri manufaktur, gangguan mesin dapat menghambat proses produksi dan menambah biaya operasional. Karena itu, kemampuan mengenali gejala ketidaknormalan lebih awal menjadi penting untuk membantu perusahaan menjaga keandalan peralatan dan mengurangi risiko terhentinya produksi.

Meski demikian, deteksi anomali tidak berarti setiap kerusakan dapat dipastikan atau dicegah sepenuhnya.

Selain kondisi mesin, NEC juga menyoroti proses kerja manual melalui Work Process Recognition (WPR). Solusi ini menggunakan AI untuk menganalisis rekaman video guna memahami bagaimana suatu pekerjaan dilakukan.

Dari analisis tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi alur kerja dan mengidentifikasi peluang perbaikan proses.

Teknologi ini relevan untuk kegiatan manufaktur yang masih melibatkan pekerjaan manual, terutama ketika perusahaan ingin meningkatkan konsistensi proses dan efisiensi tanpa hanya mengandalkan pengamatan secara langsung.

Dengan SIAT dan WPR, penerapan AI di industri tidak terbatas pada otomatisasi, tetapi juga mencakup pengambilan keputusan berbasis data, baik untuk pemeliharaan peralatan maupun perbaikan proses kerja.

NEC Gandeng Mitra untuk Perkuat Solusi Manufaktur

Dalam pameran tersebut, NEC Indonesia turut didukung PT IFS Solusi Integrasi yang menampilkan solusi Enterprise Asset Management (EAM).

Teknologi ini membantu perusahaan mengelola aset, menyederhanakan proses pemeliharaan, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com