Indonesia - Korea Perkuat Kemitraan Bisnis, Platform Digital GPP Resmi Diluncurkan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:42 WIB
Ilustrasi platform digital. [Pixabay]
BACA 10 DETIK
  • GICC dan KITC meluncurkan platform digital GPP dalam forum kemitraan Indonesia-Korea Selatan.
  • Sebanyak 77 perusahaan dari kedua negara mengikuti forum bisnis untuk menjajaki kolaborasi teknologi.
  • Platform GPP bertujuan memperluas akses kemitraan internasional guna menghasilkan kerja sama bisnis konkret.

Suara.com - Perusahaan Indonesia dan Korea Selatan mendapat akses baru untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis melalui peluncuran Global Partnership Platform (GPP).

Platform digital ini dirancang untuk mempertemukan perusahaan yang membutuhkan mitra usaha dengan pihak yang memiliki solusi teknologi, jaringan pasar, dan peluang kolaborasi.

GPP diluncurkan oleh Green Innovation Cooperation Center (GICC) bersama Korea–Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) dalam rangkaian Korea – Indonesia Partnership Discovery Forum 2026, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diikuti 123 peserta dari 77 perusahaan, terdiri atas 57 perusahaan Indonesia dan 20 perusahaan Korea Selatan. Forum ini menjadi wadah bagi pelaku usaha kedua negara untuk memperkenalkan kemampuan bisnis, menjajaki kemitraan, serta mencari peluang kolaborasi di bidang teknologi dan inovasi.

Direktur KITC, Dr. Sung Jihyun, mengatakan kolaborasi antara perusahaan dari kedua negara dapat membantu mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan teknologi yang dimiliki masing-masing pihak.

“Sebagian perusahaan memiliki teknologi yang menjanjikan, tetapi membutuhkan mitra lokal. Sementara itu, perusahaan lain memiliki pemahaman pasar, tetapi membutuhkan dukungan teknologi. Dengan menggabungkan kekuatan tersebut, kita dapat menciptakan peluang yang tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri,” ujar Sung.

Ia menjelaskan, KITC juga dapat menghubungkan perusahaan dan institusi Indonesia dengan jaringan lembaga penelitian pemerintah Korea Selatan untuk mendukung kolaborasi teknologi dan penelitian bersama.

GPP Buka Akses Pencarian Mitra Bisnis

Dalam demonstrasi platform, Prof. Dr. Ir. Meyliana dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) menjelaskan GPP sebagai sarana digital untuk membantu perusahaan, koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta startup mencari mitra dan mengembangkan kerja sama bisnis.

Melalui fitur Company Directory, pengguna dapat mencari perusahaan berdasarkan negara dan sektor industri. Platform ini juga menyediakan fasilitas pendaftaran berbagai kegiatan, termasuk seminar, forum bisnis, dan business matching, untuk mempertemukan calon mitra dengan kebutuhan yang relevan.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, Henra Saragih, menilai peluncuran GPP sebagai langkah untuk memperluas akses kemitraan internasional bagi koperasi dan pelaku usaha Indonesia.

“Peluncuran Global Partnership Platform hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah platform, melainkan merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kemitraan yang lebih terbuka, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil,” kata Henra dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut dia, GPP diharapkan tidak hanya menjadi basis data perusahaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pencocokan kemitraan yang menghubungkan kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi, pembiayaan, dan peluang pasar hingga berpotensi menghasilkan kerja sama konkret.

Tujuh Perusahaan Jajaki Peluang Kolaborasi

Selain peluncuran platform, forum tersebut menghadirkan sesi Business & Partnership Pitch yang melibatkan tujuh perusahaan dari Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam sesi ini, masing-masing perusahaan memperkenalkan bisnis serta potensi kerja sama yang dapat dikembangkan dengan calon mitra. Rangkaian acara ditutup dengan sesi jejaring atau networking untuk membuka komunikasi lanjutan di antara peserta.

Indonesia dan Korea bikin platform digital GPP. [Ist]

GICC dan KITC berharap GPP dapat berkembang menjadi ekosistem kemitraan digital yang berkelanjutan. Melalui platform tersebut, perusahaan dari kedua negara diharapkan tidak berhenti pada tahap perkenalan, tetapi dapat melanjutkan penjajakan menuju kolaborasi di bidang bisnis, teknologi, dan inovasi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com