- Pesanan GrabMart pada malam hingga dini hari sepanjang 2025 mengalami pertumbuhan signifikan mencapai puluhan persen.
- Perubahan tren belanja harian tersebut dipaparkan dalam acara GrabAds Marketing Summit 2026 di Jakarta.
- Perbedaan waktu berbelanja memengaruhi pilihan produk konsumen seperti buah, sayuran, minuman, dan camilan tertentu.
Pola tersebut berbeda dengan GrabFood, di mana 79 persen pesanan dimulai dari aktivitas menjelajahi berbagai pilihan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran perlu disesuaikan dengan karakter pengguna di setiap layanan. Di GrabMart, brand perlu memastikan produknya mudah ditemukan ketika konsumen sudah mengetahui apa yang ingin dibeli.
Sementara di GrabFood, peluang juga terbuka untuk menarik perhatian konsumen yang masih mempertimbangkan pilihan.
Roy mengatakan, brand perlu membangun preferensi sejak tahap awal hingga konsumen mengambil keputusan pembelian.
Melalui pendekatan full-funnel marketing, GrabAds berupaya menghubungkan aktivitas membangun kesadaran terhadap brand atau top of mind dengan peluang mendorong pembelian atau top of cart.
Adopsi pendekatan tersebut di kalangan brand F&B berskala enterprise juga meningkat. GrabAds mencatat jumlah brand F&B enterprise yang menggunakan solusi full-funnel marketing tumbuh lebih dari 120 persen dalam satu tahun terakhir.
Pertumbuhan itu mencerminkan semakin besarnya perhatian pelaku industri terhadap strategi yang menghubungkan pembangunan merek dengan konversi penjualan.
Di tengah perubahan pola belanja, tantangan bagi brand bukan hanya hadir saat konsumen berbelanja, tetapi juga memahami kapan kebutuhan muncul dan bagaimana produk dapat menjadi pilihan. Data perilaku konsumen pun semakin berperan dalam menentukan waktu, pesan, dan saluran pemasaran yang relevan.