- Telkomsel Enterprise melalui DigiAds memanfaatkan wawasan data telekomunikasi untuk menyusun strategi iklan digital menyambut Ramadan 2027.
- Laporan Ramadan Insight 2027 memetakan perilaku konsumen ke dalam tiga fase aktivitas digital yang berbeda selama bulan puasa.
- Penerapan pesan kontekstual oleh Telkomsel diklaim mampu meningkatkan rasio klik iklan hingga 2,6 kali lipat.
DigiAds Manfaatkan Konteks untuk Penayangan Iklan
Melalui DigiAds, Telkomsel Enterprise menawarkan sejumlah pendekatan periklanan digital yang dirancang untuk menyesuaikan kampanye dengan kebutuhan dan aktivitas konsumen.
Salah satunya adalah Contextual Messaging, yakni pendekatan penyampaian pesan berdasarkan konteks yang relevan. Perusahaan juga menawarkan komunikasi berbasis lokasi untuk menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke toko fisik.
Selain itu, solusi DigiAds mencakup integrasi brand dalam tayangan spesial Ramadan di MAXStream serta penempatan kampanye di titik perjalanan mudik.
Pendekatan tersebut memperluas penggunaan teknologi periklanan dari sekadar menampilkan iklan di ruang digital menjadi upaya menyesuaikan pesan dengan situasi konsumen.
Dalam praktiknya, efektivitas tetap bergantung pada ketepatan segmentasi, relevansi materi, serta pengukuran hasil kampanye.
Telkomsel menyebut penerapan Contextual Messaging pada momen yang relevan dapat meningkatkan rasio klik hingga 2,6 kali lipat.
Namun, materi yang tersedia tidak merinci periode pengujian, kelompok pembanding, maupun metode pengukuran yang digunakan untuk menghasilkan angka tersebut.
Teknologi Periklanan Dituntut Memberikan Dampak Bisnis
VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, mengatakan pemahaman terhadap perubahan kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam menyusun kampanye yang tepat sasaran.
“Brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumennya. Kebutuhan konsumen pada awal Ramadan sangat berbeda dengan kebutuhan mereka menjelang Idulfitri,” kata Mia dalam keterangan resminya, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, DigiAds membantu agensi periklanan, pengiklan, dan brand membaca perubahan tersebut agar kampanye dapat disusun berdasarkan konteks yang lebih sesuai dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik.
Pemanfaatan data untuk periklanan juga menempatkan pengukuran efektivitas sebagai aspek penting. Selain jumlah tayangan dan klik, pengiklan perlu melihat apakah kampanye mampu mendorong kunjungan, interaksi, atau transaksi sesuai tujuan bisnisnya.
Di sisi lain, penggunaan data dalam penargetan iklan perlu tetap memperhatikan transparansi, perlindungan data pribadi, dan ketentuan penggunaan data yang berlaku.