Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Senin, 26 Oktober 2026 | 07:32 WIB
iPhone Duo. [Apple]
BACA 10 DETIK
  • Apple merilis ponsel lipat pertama bernama iPhone Duo yang langsung mengalami potongan harga di China pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Platform e-commerce Pinduoduo memberikan subsidi yang memangkas harga ritel resmi perangkat tersebut sebesar 200 hingga 300 yuan.
  • Analis memproyeksikan permintaan tetap kuat dengan perkiraan penjualan mencapai belasan juta unit pada tahun peluncurannya.

Suara.com - Apple baru saja merlisi iPhone lipat pertamanya, iPhone Duo, yang justru sudah ada potongan Harga. Biasanya potongan harga diberikan untuk produk-produk yang sudah lama atau bahkan tidak diproduksi lagi.

Dilansir dari laman Gizmochina, Senin (26/10/2026), laporan pengguna dan daftar penawaran di berbagai platform menunjukkan bahwa iPhone Duo kini tersedia dengan harga di bawah harga resmi di wilayah tertentu, terutama berkat program subsidi dari platform e-commerce besar.

Berdasarkan informasi dari berbagai platform, harga iPhone Duo di beberapa wilayah China telah turun di bawah harga ritel awalnya.

Pinduoduo, misalnya, memasukkan perangkat ini ke dalam program “Subsidi 10 Miliar Yuan” (yang hanya berlaku di wilayah tertentu), sehingga harganya terpangkas sekitar 200–300 yuan (sekitar Rp541.925 - Rp812.887) dari harga peluncuran.

Padahal, pada hari peluncuran, ponsel ini sempat dijual di pasar sekunder dengan harga 1.500–2.000 yuan (sekitar Rp4,06 juta - Rp5,42 juta) lebih mahal daripada harga ritel resminya.

Namun, hanya dua hari berselang, beberapa penawaran sudah mematok harga di bawah harga resmi.

iPhone Duo. [Apple]

Meski demikian, banyak Apple Store di seluruh China masih belum memiliki stok untuk pembelian langsung di toko.

Jika kamu mencoba memesan melalui situs web resmi Apple dengan layanan pengiriman, beberapa konfigurasi bahkan menunjukkan waktu tunggu hingga Januari tahun depan.

Model dasar dengan kapasitas penyimpanan 256GB diluncurkan dengan harga 15.999 yuan (sekitar Rp43,35 juta) di China, dengan harga yang lebih tinggi untuk kapasitas penyimpanan yang lebih besar.

Perubahan cepat dari harga premium akibat kelangkaan menjadi potongan harga menunjukkan adanya kesenjangan antara pasokan resmi yang terbatas dengan ketersediaan yang lebih fleksibel melalui platform e-commerce dan pengecer resmi di wilayah tertentu.

Menurut para analis, permintaan jangka panjang tetap terlihat kuat. IDC sebelumnya memperkirakan bahwa perangkat lipat pertama Apple ini dapat terjual lebih dari 10 juta unit pada tahun peluncurannya dan berpotensi menguasai sekitar 40 persen pasar perangkat lipat global pada tahun 2027.

Goldman Sachs juga memberikan proyeksi yang optimistis, dengan perkiraan penjualan mencapai 13 juta unit pada tahun 2026 dan hingga 33 juta unit pada tahun 2027.

Walaupun pasokan melalui saluran resmi masih terbatas, munculnya harga di bawah harga resmi di wilayah-wilayah tertentu memberikan kemudahan lebih bagi sebagian pembeli.

Besaran potongan harga dan ketersediaan barang masih bervariasi tergantung pada lokasi dan platform, sementara situasi pasokan sendiri masih terus menyesuaikan seiring dengan upaya Apple dalam menangani tumpukan pesanan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com