Suara.com - Penyanyi Didi Kempot sukses mengguncang panggung festival Big Bang Jakarta 2019 pada, Jumat (27/12/2019) malam, yang diadakan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia tampil tepat pukul 22.00 WIB.
Meski sudah larut malam, ratusan penggemar Didi Kempot yang menamakan diri, Sad Boy dan Sad Girl, tetap antusias memadati panggung utama 'Big Bang Stage'. Padahal sebelumnya hujan deras mengguyur lokasi tersebut.
Pantauan Suara.com, Didi Kempot menyanyikan lagu-lagu andalannya seperti Pamer Bojo, Stasiun Balapan, Cidro, Pantai Klayar, Layang Kangen hingga Ambyar. Kala itu, hampir seluruh penonton ikut sing a long bareng.
Menanggapi itu, penyanyi 52 tahun ini pun mengaku sangat senang.
"Untuk acara tadi di Kemayoran ini, puas, bagus. Penonton kompak nyanyi bareng-bareng, karaoke massal dan tentunya damai tentram," kata Didi Kempot usai manggung kepada wartawan.
Dia tidak nyangka penonton yang didominasi anak-anak muda itu bisa hafal lagu-lagunya yang mayoritas memakai lirik bahasa Jawa.
"Ya senang sekarang anak-anak muda nggak malu menyanyikan lagu-lagu tradisional. Kita kan tahu lagu-lagu tradisional di Indonesia banyak banget dan ketika lagu-lagu saya muncul respons masyarakat mau nonton, teman-teman mahasiswa sangat antusias sekali, berharap lagu-lagu lain bisa seperti ini juga," sambungnya lagi.
Menurut lelaki yang mendapat julukan 'God Father of Broken Heart' ini, para penggemarnya itu bernyanyi lebih keras ketimbang saat dirinya tampil di Synchronize Fest 2019.
"Untuk hari ini kayaknya mereka bernyanyi lebih kenceng dari acara Synchronize kemarin. Ya mungkin karena banyak temen-temen di Jakarta yang hafal lagu-lagu Didi Kempot kemudian dateng. Situasi tadi hujan dari sore, Alhamdulillah pas kita manggung sudah cerah dan ramai," tutur Didi Kempot.
Video Editor: Suciati
Berita Terkait
-
Kenang Sang Maestro Ambyar, Didi Kempot Bakal Hadir dalam Format AI
-
Langgam 'Kuncung' Didi Kempot, Kesederhanaan Hidup yang Kini Dirindukan
-
Profil Saka Kempot dari Didatangi Sang Ayah Lewat Mimpi hingga Bikin Trending Lagu Layang Kangen
-
Dari Ndeso Jadi Ngetop: Perjalanan Musik Jawa yang Relatable!
-
Banyu Langit Didi Kempot Mendapatkan Nafas Baru di Tangan Rommy Va
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan