Suara.com - Bisnis kuliner di Indonesia semakin hari semakin menjamur. Beragam tren kuliner juga muncul di mana-mana, mulai dari makanan bergaya lokal-tradisional seperti ceker mercon sampai makanan bergaya asing bercitarasa internasional seperti spaghetti carbonara.
Tapi menurut Arnold Poernomo, seorang chef sekaligus pengusaha kuliner yang berpengalaman, bisnis kuliner saat ini, yang menjanjikan secara data justru bisnis kuliner lokal atau makanan Indonesia asli.
Ia mencontohkan bahwa orang Indonesia lebih banyak mengonsumsi makanan lokal seperti nasi Padang ketimbang makan spageti.
Akan tetapi meski banyak diminati, pemilik bisnis kuliner Nusantara ia anggap masih kalah dengan pasar atau merek kuliner internasional.
Contoh tersebut bisa dilihat dengan lebih banyaknya merek kuliner asing ketimbang lokal di mal-mal. Oleh karena itu ia yakin dengan visi-misi yang dalam dan ilmu yang kuat, merek makanan lokal Indonesia bisa bersaing dengan pasar internasional.
Video Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Berita Terkait
-
Chef Arnold Pilih Mundur sebagai Juknis MBG: Programnya Sangat Rumit
-
Chef Arnold Kena Cibir Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
-
Chef Arnold Keluhkan Harga Daging Impor Naik Imbas Dollar, Disindir Buat Protes ke Gibran
-
Chef Arnold Sentil Henny Maria soal Gelar Executive Chef: Pengalaman 22 Tahun Saya Kalah
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar
-
Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah
-
Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar