Suara.com - Antonia Soriente adalah satu-satunya dosen Bahasa dan Sastra Indonesia di Napoli, Italia. Menurut Antonia, setiap semester, kelasnya diisi setidaknya oleh 20 mahasiswa, jumlah itu terbilang sedikit ketimbang kelas bahasa lainnya.
"Tidak banyak yang tahu tentang Bahasa Indonesia di Italia karena Indonesia dan Italia hampir tidak punya hubungan historis," ujarnya. Hal itu, lanjut Antonia, disebabkan karena tidak ada budaya pop Indonesia yang menyebar di Italia.
Berbeda dengan Bahasa Korea atau Bahasa Jepang yang peminatnya terus bertambah di setiap semester, berkat budaya K-Pop atau anime Jepang yang mendunia. Tidak hanya mengajar Bahasa Indonesia, Antonia juga berkiprah memperkenalkan tentang Indonesia di Italia.
Salah satunya, menjadi penerjemah novel sastra Indonesia ‘Bukan Perawan Maria’ karya Febi Indirani ke dalam Bahasa Italia. Dia berharap, hal tersebut bisa membantu mahasiswa Italia agar lebih mengenal Sastra Indonesia.
Berita Terkait
-
Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026
-
Sassuolo Pesta Gol di Coppa Italia, Pelatih Baru Pilih Bek Lain Ketimbang Jay Idzes
-
Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
Terkini
-
Dosen UGM Sebut Sistem Desil Bansos Hanya Alibi Pemerintah Kurangi Bantuan Akibat Defisit Fiskal
-
Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
-
55 Warga Malaysia Hilang Kontak di Tengah Banjir Bandang Nepal
-
Nike Pegasus Vs Adidas Ultraboost, Mana yang Lebih Mantap untuk Lari?
-
Transaksi Digital via BRImo di Modinity WHS 2026, Dapatkan Cashback hingga Tas Mewah
-
Tok! Sardjito Resmi Jadi Bos Bursa Mineral OJK
-
Nutrisi Keluarga Harus Tetap Optimal: Tips Bijak Belanja di Tengah Tekanan Ekonomi
-
6 HP untuk Live Streaming TikTok dan Shopee, RAM 8GB dan Baterai 5.000 mAh ke Atas
-
Akibat Desil Tak Akurat, Hati-hati Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
-
Sentil Fasilitas Mewah DPR, Aktivis Pati: Bapak Tetap Kaya Meski Ada Korupsi