Lifestyle / Food & Travel
Senin, 17 Agustus 2026 | 09:27 WIB
Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Bernina Express meluncurkan Pullman Class pada musim panas 2026 untuk rute St. Moritz hingga Tirano.
  • Layanan premium menggunakan gerbong bersejarah 1930-an mencakup kuliner mewah serta kunjungan ke La Gatta Winery.
  • Wisatawan dapat menikmati panorama Pegunungan Alpen dan perubahan lanskap gletser hingga lembah hijau secara langsung.

Suara.com - Menyusuri Pegunungan Alpen dengan kereta api menjadi salah satu cara nyaman untuk menikmati keindahan Swiss. Penumpang cukup duduk di dalam kereta panorama, sementara pemandangan gletser, danau, lembah hingga kota-kota kecil di pegunungan perlahan berganti menjadi lanskap Italia.

Pengalaman tersebut ditawarkan Bernina Express, kereta panorama milik Rhaetian Railway atau Rhätische Bahn (RhB), yang menghubungkan kawasan pegunungan Swiss dengan Tirano di Italia. Jalurnya melewati kawasan Albula/Bernina yang ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada 2008.

“Swiss terkenal dengan pegunungan, cokelat, alam dan keju. Tetapi salah satu hal yang juga sangat terkenal dari Swiss adalah keretanya,” ujar Patrick Miescher, Market Manager Asia-Pacific Rhaetian Railway.

Menurut Patrick, kereta menjadi salah satu pengalaman yang banyak dicari wisatawan Asia ketika berkunjung ke Swiss.

Bernina Express kini juga menawarkan Pullman Class, kelas perjalanan premium yang diperkenalkan pada musim panas 2026. Layanan ini menggunakan gerbong Pullman bergaya 1930-an dengan kapasitas maksimal 32 penumpang, dilengkapi pelayanan concierge, sajian kuliner serta rangkaian pengalaman hingga La Gatta Winery di Italia.

Dari St. Moritz menuju Tirano Italia

Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia (Dok. Istimewa)

Perjalanan dimulai dari St. Moritz, kota wisata di kawasan Engadin yang berada sekitar 1.822 meter di atas permukaan laut.

Begitu meninggalkan St. Moritz, pemandangan mulai berubah menjadi panorama pegunungan, danau dan gletser. Salah satunya Morteratsch Glacier, hamparan es yang berada di tengah lanskap Alpen.

Kereta kemudian bergerak menuju kawasan Bernina dan melewati panorama Piz Bernina yang mencapai 4.049 meter di atas permukaan laut. Perjalanan berlanjut menuju Lago Bianco dan Ospizio Bernina, titik tertinggi jalur Bernina dengan ketinggian sekitar 2.253 meter.

Baca Juga: Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon 17% Tiket KA dan Tarif Rp8

“Kereta kami benar-benar melintasi pegunungan. Ini sedikit berbeda dengan banyak kereta panorama lainnya di Swiss karena jalur kami berada sangat tinggi di pegunungan,” jelas Patrick.

Setelah melewati titik tertinggi, kereta mulai menuruni pegunungan menuju Italia. Di Alp Grüm, kereta berhenti sekitar 10 menit sehingga penumpang dapat turun, berfoto dan menikmati panorama lembah.

Dari Alp Grüm, lanskap semakin berubah ketika kereta memasuki Val Poschiavo dan melewati Lago di Poschiavo. Pegunungan tinggi perlahan berganti dengan lembah yang lebih hijau dan hangat. Perubahan lanskap yang cepat menjadi salah satu daya tarik utama perjalanan ini.

“Dalam waktu sekitar dua jam, wisatawan bisa melihat perubahan dari gletser hingga kawasan yang memiliki pohon-pohon palem,” kata Patrick.

Perjalanan kemudian melewati Brusio Circular Viaduct, salah satu struktur paling ikonik di jalur Bernina. Jalur berbentuk lingkaran 360 derajat tersebut dibuat untuk membantu kereta mengatasi perbedaan ketinggian secara bertahap.

Setelah melewati kawasan tersebut, kereta tiba di Tirano, Italia, yang berada sekitar 429 meter di atas permukaan laut.

Load More